5 Mahasiswa UPN Jogja Kembangkan Aplikasi Ojol Cegah Kekerasan Seksual

Aplikasi Cowzy yang memiliki fitur Zy Ride yang bertujuan mencegah terjadinya kekerasan seksual saat menggunakan transportasi publik. - Harian Jogja/Istimewa
26 Oktober 2020 14:37 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di ruang publik dan transportasi umum membuat tim mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) mengembangkan aplikasi jasa ojek daring yang bisa mencegah terjadinya kekerasan seksual. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Lajeng Padmaratri.

BACA JUGA: Jelang Libur Panjang, Hotel di Jogja Mulai Ramai Tamu

Perempuan di ruang publik masih rawan mengalami pelecehan seksual, tak terkecuali saat menggunakan fasilitas transportasi publik. Mereka rawan dilecehkan pengemudi maupun penumpang lainnya.

Data terbaru dari Koalisi Ruang Publik Aman (KPRA) yang melibatkan 38.766 responden perempuan dari 34 provinsi dengan latar belakang usia maupun tingkat pendidikan yang beragam menunjukkan bahwa hampir 50% penumpang perempuan mengalami pelecehan seksual di transportasi publik di berbagai kota di Indonesia sepanjang 2019.

Sayangnya, tak semua korban berani mengutarakan apa yang mereka alami. Sebagian di antara mereka takut melapor lantaran tak ada bukti. Hal ini membuat pelecehan seksual di transportasi publik terus terjadi, sebab belum ada efek jera yang dinilai membuat pelaku berpikir dua kali ketika melancarkan aksinya.

BACA JUGA: Gelar Operasi Zebra 2020, Polres Kulonprogo Sasar Objek Wisata

Prihatin dengan kondisi ini, tim mahasiswa dari UPNVY mengembangkan sebuah platform yang dapat meminimalkan aksi pelecehan seksual. Kelima mahasiswa dari berbagai program studi membuat sebuah aplikasi jasa yang bernama Cowzy yang punya berbagai fitur, salah satunya jasa ojek daring yang fokus dalam keselamatan perempuan dari kasus pelecehan selama perjalanan.

Salah satu anggota tim pengembang Cowzy, Reza Pratama Nugraha, menuturkan ide pengembangan aplikasi ini sudah sejak lama. Namun, lantaran membutuhkan dukungan biaya, ia bersama empat mahasiswa lainnya yang tergabung dalam satu tim mengikutsertakan rencana pengembangan aplikasi ini dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan.

"Progres terakhir, inovasi ini lolos tahap pendanaan dari Kemendikbud [Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan] dan sudah dalam tahap monitoring evaluasi dari tim PKM-nya. Rencana kami launching aplikasi ini tahun depan," kata Reza, mahasiswa Prodi Akuntansi angkatan 2018 ketika dihubungi Harian Jogja pada Minggu (25/10/2020).

Cowzy ia kembangkan bersama empat teman mahasiswa lainnya. Mereka adalah Ilyasin Aditya Rahman dan Rachmasari Nur Hutaminingtyas yang berasal dari Prodi Ekonomi Pembangunan angkatan 2018, Syallomitha Tiara Kusuma dari Prodi Akuntansi angkatan 2018, serta Ananda Airidasari dari Prodi Administrasi Bisnis angkatan 2019.

BACA JUGA: Juru Parkir di Laweyan Solo Positif Covid-19, 106 Warga Dikarantina

Ketua kelompok mahasiswa ini, Ilyasin, mengatakan fitur dari Cowzy yang fokus pada pencegahan pelecehan seksual adalah fitur Zy Ride. "Zy Ride merupakan fitur transportasi online yang menjamin penumpang perempuan mendapatkan driver perempuan," kata Ilyasin.

Menurutnya, sejauh ini dari berbagai platform jasa transportasi daring yang sudah umum digunakan masyarakat, pengendaranya didominasi laki-laki. Mereka ingin, pengendara perempuan juga diperbanyak untuk mengakomodasi penumpang perempuan.

"Biasanya jasa transportasi selama ini pengendaranya sebagian besar laki-laki, namun untuk aplikasi ini kami akan merekrut khusus pengendara perempuan," lanjutnya.

Selain Zy Ride, Cowzy juga punya tiga fitur lainnya, di antaranya Zy Order, Zy Wash, dan Zy Trip. Kendati demikian, ketiga fitur lainnya ini tidak fokus dalam upaya pencegahan kekerasan seksual.

BACA JUGA: WhatsApp Web Kini Bisa Video Call, Begini Caranya

Zy Order adalah fitur jasa pembelian dan pengiriman barang dan makanan. Pengemudi yang bertugas menjalankan fitur ini akan dilengkapi tas khusus pada kendaraan roda duanya, sehingga barang dan makanan yang diantar tidak akan berantakan ketika menempuh perjalanan jauh.

"Rencananya juga bakal ada garansinya apabila makanan tidak sesuai pesanan. Kami juga akan unggulkan makanan-makanan khas daerah," jelas Reza.

Ia menambahkan pengembangan aplikasi ini juga menyesuaikan kondisi pandemi yang masih melanda Indonesia. Ada fitur yang turut mengampanyekan gerakan di rumah saja, yaitu Zy Wash.

Zy Wash merupakan jasa cuci kendaraan langsung di lokasi pelanggan. Cowzy akan datang ke rumah pelanggan dengan membawa peralatan cuci untuk mencucikan kendaraan pelanggan. "Dengan begitu pelanggan bisa tetap di rumah saja tanpa perlu keluar rumah sesuai anjuran pemerintah," kata dia.

BACA JUGA: KABAR WISATA: Menikmati Jogja Exotarium di Era Pranatan Anyar

Pengguna aplikasi bahkan juga bisa memantau status zona dari suatu wilayah yang ingin didatangi berkaitan dengan pandemi Covid-19 dengan Zy-Trip. Fitur ini dapat menghubungkan pelanggan dengan lokasi wisata atau daerah yang akan dikunjungi.

Hal ini mampu untuk meminimalkan kebingungan wisatawan lokal maupun mancanegara ketika berkunjung ke suatu tempat yang sama sekali belum pernah dikunjungi. "Ini mirip dengan fitur panduan wisata, akan ada info-info terkini juga tentang daerah wisata dan memberi saran kepada pelanggan," jelasnya.

Tak hanya itu, fitur ini juga bisa memberikan rekomendasi obyek wisata yang aman Covid-19. "Misal pelanggan ingin ke daerah A, namun menurut data kami ternyata daerah A sedang zona merah Covid-19, maka Cowzy bakal merekomendasikan daerah lain yang bisa jadi tujuan customer yang tentunya nggak kalah bagusnya dengan daerah A," ungkapnya.

Kelima mahasiswa ini berharap inovasi teknologi ini bisa terwujud melalui pendanaan dari PKM. Rencananya, mereka merilis aplikasi ini tahun depan supaya bisa segera diakses publik.

"Rencananya platform yang sedang dikembangkan ini dapat diakses melalui Android dan iOS. Dengan ini konsumen lebih mudah mengakses," kata Ilyasin.