Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi senjata tajam./JIBI
Harianjogja.com, KOTAGEDE--Dua anak baru gede (ABG) terpaksa harus berurusan dengan polisi setelah kedapatan membawa senjata tajam di depan umum. Tidak hanya membawa, sajam juga diketahui digunakan untuk mengancam warga.
Kanit Reskrim Polsek Kotagede Iptu Mardiyanto mengatakan jika dua ABG yang terpaksa harus berurusan dengan jajarannya tersebut adalah masing-masing bernama adalah T, 18, dan D, 18. Kedua remaja tersebut berasal Kecamatan Bantul, Yogyakarta.
“Dua orang dijerat undang-undang darurat. Sementara itu sisa teman kedua pelaku hanya sebatas saksi,” ujar Iptu Mardiyanto saat dikonfirmasi pada Senin (2/11/2020).
BACA JUGA : Berkelahi Rebutan Pacar, Remaja 17 Tahun di Bantul Bawa
Berdasarkan penuturan dari kedua pelaku, senjata tajam yang mereka bawa digunakan hanya untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat. "Senjata tajam digunakan hanya untuk berjaga-jaga," sambung Iptu Mardiyanto.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951. Namun, karena kedua pelaku masih berstatus pelajar, akhirnya kepada keduanya tidak dilakukan hukuman penjara. Di samping itu, pihak sekolah juga meminta untuk diberikan hukuman ringan atas perbuatannya.
"Mereka tidak kami tahan namun tetap perkaranya tetap kami proses sampai selesai. Mereka ini masih pelajar," pungkas Mardiyanto.
Sebelumnya, enam pelajar yang diketahui masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jogja kabur menghindari kejaran massa saat melewati Taman Siswa pada Minggu (10/11) sekitar pukul 03.00 wib dinihari. Gelagat mereka dicurigai oleh warga sekitar. Diketahui, rombongan remaja tersebut sebelumnya mengancam warga dengan mengacungkan senjata tajam di jalan, namun warga justru melakukan perlawanan balik.
BACA JUGA : Keliling Cari Musuh Sambil Bawa Golok, Remaja Bantul
"Keenam pelajar justru tidak menduga jika bakal mendapat ancaman balik dari warga. Keenam pelajar lari tunggang langgang menggunakan sepeda motor menuju ke arah perempatan Tungkak, Kecamatan Umbulharjo, Kota Jogja dan terhenti di depan Pasar Kotagede, Jogja. Nahasnya, jalan yang dilalui oleh keenam pelajar tersebut ternyata buntu," terangnya.
Rombongan pelajar tersebut berhasil lolos dari kejaran warga. Kemudian mereka lari dengan meninggalkan tiga motor dan dua senjata tajam. Awalnya dikejar warga di jalan. Setelah sampai di Kotagede jalannya mentok. Mungkin dari pada ketangkep warga akhinya lari tanpa membawa motor dan sajam yang diacung-acungkan itu juga ditinggal,” jelas Mardiyanto.
Lebih lanjut, polisi mendapatkan sejumlah alat bukti yang tertinggal di lokasi. Pihak Polsek Kotagede langsung melakukan penyidikan terkait kepemilikan kendaraan tersebut. Tidak berlangsung lama, polisi mampu mengungkapkan rombongan remaja tersebut.
BACA JUGA : Jogja Darurat Klithih, Bagaimana Penyelesaiannya
"Berdasarkan hasil interogasi, dari enam orang pelajar, dua diantaranya terlibat perkara kepemilikan sajam di muka umum. Sajam jenis celurit itu juga digunakan untuk mengancam warga," pungkas Mardiyanto.
Adapun, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (11/11) sekitar pukul 03.00 wib dinihari. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, petugas meringkus keenam remaja sekitar pukul 10.00 wib pagi di rumahnya masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.