Gapura Keistimewaan DIY Direncanakan Berdiri di Perbatasan Rongkop
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jajaran Satlantas Polres Gunungkidul menjalankan Operasi Zebra Progo hingga Minggu (8/11/2020). Operasi kali ini berbeda karena pelaksanaan dilakukan dengan kegiatan sosial yakni pembagian masker dan handsanitizer kepada masyarakat.
Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Anang Tri Nuviyan mengatakan, operasi zebra berlangsung selama 14 hari dan akan berakhir pada Minggu mendatang. Menurut dia, di awal operasi berjalan seperti pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya dengan fokus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat guna tertib berlalulintas.
Baca juga: Merapi Naik ke Level Siaga, Ini Imbauan Sri Sultan HB X
Namun adanya instruksi dari Mabes Polri, maka kegiatan diubah menjadi operasi simpatik. “Perubahan erat kaitannya dengan pandemi Covid-19. Jadi, dalam operasi lebih mengedepankan kegiatan sosial,” kata Anang, Kamis (5/11/2020).
Ia menjelaskan, operasi simpatik yang dilakukan tidak jauh-jauh dengan penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Sebagai contoh, polisi memberikan masker dan handsanitizer kepada warga. Selain itu, ada juga pemberian paket sembako kepada warga terdampak dari wabah yang berasal dari Wuhan, China ini.
“Kami ingin meringankan beban dari masyarakat. Jadi, operasi dilakukan dengan cara simpatik,” katanya.
Selain melakukan kegiatan sosial ke masyarakat, di dalam operasi progo juga dilakukan sosialisasi terkait dengan ketertiban berlalulintas. Adapun caranya dilakukan dengan memberikan selebaran berisikan tentang keselamatan berlalulintas. “Kami terus imbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan tertib dalam berlalulintas,” katanya.
Baca juga: Memasuki Masa Sanggah, Warga Terdampak Tol Jogja-Solo Diimbau Cermati Hasil Pendataan Pengukuran
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, penyebaran Covid-19 masih harus diwaspadai. Pasalnya, virus ini masih menyebar dan bisa menular kepada siapa saja. Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat untuk terus taat dan patuh menerapkan protokol kesehatan. “Disiplin menjadi kunci agar tehindar dari penularan virus ini,” katanya.
Dewi menjelaskan, kasus Covid-19 di Gunungkidul ada 340 kasus. Sebanyak 277 pasien sudah dinyatakan sembuh, 13 pasien meninggal dunia. Sedangkan pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan ada 50 orang. “Hari ini [kemarin] ada tambahan tiga kasus baru. Untuk mencegah penularan, kami terus melakukan tracing kepada masyarakat yang kontak erat dengan pasien positif,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Rumah di Karanganyar terbakar diduga akibat anak berusia delapan tahun bermain korek api. Damkar Sragen membantu pemadaman selama sekitar 30 menit.
GoPay mengalami gangguan pada Selasa siang. Pengguna Gojek kesulitan top up dan bertransaksi, sementara saldo dan data dipastikan tetap aman.
Curhatan wisatawan ditegur oknum fotografer di plang Malioboro viral. Dispar DIY memastikan wisatawan harus merasa aman dan nyaman saat berwisata.
PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan Raudi Akmal. Kuasa hukum menilai alat bukti penetapan tersangka belum memenuhi ketentuan hukum.
Kemendagri memetakan daerah yang berpotensi kesulitan membayar gaji ASN akibat pemangkasan dana transfer ke daerah dalam RAPBN 2026.