Hanya Satu Calon, Pendaftaran Pilur di Gunungkidul Akan Diperpanjang
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Para petani di Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo sedang memanen padi untuk masa tanam ketiga menggunakan sebuah pikap untuk membawa hasil panen ke rumah. foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengklaim tahun ini mengalami surplus padi sebanyak 34.352 ton. Hal ini berdasarkan perbandingan panen padi selama dua tahun terakhir.
Berdasarkan data yang ada di 2019 lalu, panen padi yang dihasilkan sebesar 257.419 ton. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan di tahun ini karena panen mencapai 291.771 ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, panen padi untuk tahun ini lebih baik dibandingkan dengan panen di 2019 sehingga ada surplus sekitar 34.352 ton. Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat Gunungkidul mengalami surplus padi. Salah satunya dikarenakan serangan hama yang bisa dikendalikan serta kondisi cuaca yang lebih baik.
Kondisi tersebut bisa terlihat dari area cakupan luasan panen. Di 2019, luasan panen hanya mencapai 52.367 hektare. Jumlah itu mengalami peningkatan di tahun ini yang mencapai 54.949 hektare. “Luasan panen ini sudah mencakup untuk padi lahan kering maupun di area persawahan,” kata Bambang, kemarin (5/11/2020).
Tanda-tanda panen yang lebih baik sudah terlihat masa tanam pertama dengan jumlah mencapai 239.108 ton. Capaian itu lebih baik dibandingkan dengan panen pertama di 2019 yang jumlahnya hanya seberat 222.735 ton. Untuk panen kedua dan ketiga juga lebih baik sehingga secara akumulasi berdampak terhadap panen yang dihasilkan secara menyeluruh. “Tahun ini panennya lebih maksimal,” ungkapnya.
Guna memaksimalkan hasil produktivitas pertanian, selain memberikan bantuan alat-alat pertanian, dinas juga memberikan bantuan benih seperti benih padi inbrida 100 ton dan benih padi gogo seberat 150 ton. “Kami juga berikan bantuan benih jagung kepada para petani,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan untuk mengurangi risiko kegagalan panen. Salah satunya dengan pelakukan penyuluhan kepada petani tentang pengendalian hama tanaman. “Pengendalian ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kegagalan panen,” katanya.
Menurut dia, untuk lokasi lahan, di Gunungkidul tidak hanya didominasi oleh padi lahan kering yang mengandalkan sistem tadah hujan. Namun demikikan, juga ada padi lahan basah yang tersebar di sejumlah Kapanewon seperti Karangmojo, Ponjong, Patuk dan Semin. “Padi lahan basah ini ada yang panen setahun sebanyak tiga kali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Toy Story 5 dikabarkan menembus pendapatan global lebih dari USD1 miliar dan menjadi salah satu film terlaris 2026. Kesuksesan ini memperpanjang rekor waralaba
Ibu dan dua anak di Wates, Kulonprogo, tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang saat mengendarai sepeda motor. Ketiganya dilarikan ke RSUD Wates.
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium