Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Para petani di Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo sedang memanen padi untuk masa tanam ketiga menggunakan sebuah pikap untuk membawa hasil panen ke rumah. foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengklaim tahun ini mengalami surplus padi sebanyak 34.352 ton. Hal ini berdasarkan perbandingan panen padi selama dua tahun terakhir.
Berdasarkan data yang ada di 2019 lalu, panen padi yang dihasilkan sebesar 257.419 ton. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan di tahun ini karena panen mencapai 291.771 ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, panen padi untuk tahun ini lebih baik dibandingkan dengan panen di 2019 sehingga ada surplus sekitar 34.352 ton. Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat Gunungkidul mengalami surplus padi. Salah satunya dikarenakan serangan hama yang bisa dikendalikan serta kondisi cuaca yang lebih baik.
Kondisi tersebut bisa terlihat dari area cakupan luasan panen. Di 2019, luasan panen hanya mencapai 52.367 hektare. Jumlah itu mengalami peningkatan di tahun ini yang mencapai 54.949 hektare. “Luasan panen ini sudah mencakup untuk padi lahan kering maupun di area persawahan,” kata Bambang, kemarin (5/11/2020).
Tanda-tanda panen yang lebih baik sudah terlihat masa tanam pertama dengan jumlah mencapai 239.108 ton. Capaian itu lebih baik dibandingkan dengan panen pertama di 2019 yang jumlahnya hanya seberat 222.735 ton. Untuk panen kedua dan ketiga juga lebih baik sehingga secara akumulasi berdampak terhadap panen yang dihasilkan secara menyeluruh. “Tahun ini panennya lebih maksimal,” ungkapnya.
Guna memaksimalkan hasil produktivitas pertanian, selain memberikan bantuan alat-alat pertanian, dinas juga memberikan bantuan benih seperti benih padi inbrida 100 ton dan benih padi gogo seberat 150 ton. “Kami juga berikan bantuan benih jagung kepada para petani,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan untuk mengurangi risiko kegagalan panen. Salah satunya dengan pelakukan penyuluhan kepada petani tentang pengendalian hama tanaman. “Pengendalian ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kegagalan panen,” katanya.
Menurut dia, untuk lokasi lahan, di Gunungkidul tidak hanya didominasi oleh padi lahan kering yang mengandalkan sistem tadah hujan. Namun demikikan, juga ada padi lahan basah yang tersebar di sejumlah Kapanewon seperti Karangmojo, Ponjong, Patuk dan Semin. “Padi lahan basah ini ada yang panen setahun sebanyak tiga kali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Pegadaian meraih 10 penghargaan di TBCCI 2026, sebagai bentuk transformasi layanan dan penguatan customer experience melalui teknologi, proses, dan SDM.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback.
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri