Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Pupuk bersubsidi/Ilustrasi-JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memastikan tidak ada masalah dengan ketersediaan pupuk bersubsidi. Meski demikian, petani masih ada yang merasa kesulitan untuk mendapatkannya.
Salah satunya dirasakan oleh petani di Kapanewon Patuk, Martano. Menurut dia, kartu tani memberikan efektivitas di dalam penyaluran pupuk. Hanya saja, di dalam pelaksanaan masih belum sepenuhnya lancar.
Ia mencontohkan, ada petani yang akan mengambil pupuk dari penyalur, namun stoknya kosong. Selain itu, ada juga petani yang tidak bisa mengambil jatah pupuk karena adanya ketidakcocokan data. “Harapannya masalah-masalah ini diperbaiki sehingga penyaluran berjalan dengan lancar,” katanya kepada wartawan, Minggu (8/11/2020).
Baca juga: MPR RI: Jurnalis Perlu Diprioritaskan untuk Peroleh Vaksin Covid-19
Martano menuturkan, adanya kendala dalam penyaluran merugikan petani karena sekarang sudah memasuki musim tanam. “Harus segara diatasi agar tidak menggnggu dalam pemeliharaan tanaman,” katanya.
Permasalahan penyaluran pupuk subsidi juga terjadi di Kapanewon Tepus. Salah satunya diungkapkan oleh Heri Purwanto, salah seorang penyalur pupuk di Tepus. Ia menuturkan, untuk pemegang kartu tani relatif tidak ada masalah karena sudah bisa mengakses jatah pupuk yang diberikan. Namun untuk petani yang belum memegang kartu tani menjadi masalah karena belum bisa mengambil jatah pupuknya.
“Masih ada petani yang belum mendapatkan kartu tani. Ini jadi, masalah karena mereka tidak bisa menebus jatah pupuknya,” kata Heri.
Dia menjelaskan, petani yang belum memegang kartu tani ini juga masuk dalam elektronik-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok sehingga berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. adanya permasalahan ini, kuota pupuk yang diberikan belum terserap maksimal karen dari jatah 105 ton, baru tersalurkan sebanyak 90 ton. “Sisa 15 ton merupakan jatah untuk petani yang belum memiliki kartu tani,” katanya.
Rekomendasi
Heri mengungkapkan, terkait dengan permasalahan ini sudah diberikan solusi dari dinas pertanian dan pangan untuk mengurus rekomendasi. “Sedang diurus agar petani [belum mendapatkan kartu tani] bisa mendapatkan rekomendasi sehingga jatah pupuk yang dimiliki bisa diambil,” katanya.
Baca juga: Beberapa Faktor Ini Bisa Tingkatkan Peluang Hamil Anak Kembar
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan petani dari Kapanewon Patuk. “Sudah komunikasikan dan distributor siap mengirimnya,” kata Raharjo.
Ia menuturkan, ada komitmen dari distributor untuk memaksimalkan sarana yang ada agar penyaluran bisa berlangsung lancar. Pihaknya menekankan bahwa kelancaran distribusi harus menjadi prioritas sehingga pupuk sampai ke petani tepat sasaran tapi juga tepat waktu. “Untuk kuota tidak ada masalah karena stok masih sangat mencukupi dan tidak ada kendala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.