Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi/Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pagu anggaran dana desa untuk Gunungkidul di tahun depan naik tipis dibandingkan dengan alokasi di 2020. Kenaikan ini tidak lepas dari peningkatan alokasi Pemerintah Pusat.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Subiyantoro, mengatakan pagu anggaran untuk dana desa di 2021 sudah didapatkan.
BACA JUGA: Gunung Merapi Alami 19 Gempa Guguran
Sebanyak148 desa di Gunungkidul mendapatkan alokasi sekitar Rp144,6 miliar. Jumlah itu naik sekitar Rp2 miliar dibandingkan dengan alokasi di tahun ini yang mencapai Rp142 miliar. “Pagunya sudah ada dan dimasukan dalam draf APBD 2021,” kata Subiyantoro, Jumat (13/11/2020).
Menurut dia, tahun depan ada indikator baru dalam penghitungan anggaran. Selama ini, indikator banyak mengacu pada luas wilayah, jumlah penduduk hingga tingkat kemiskinan. Namun, tahun depan indikator ditambah melalui afirmasi kinerja di setiap desa terkait dengan pemanfaatan dana desa tahun anggaran sebelumnya. “Khusus Gunungkidul tidak ada alokasi untuk indikator afirmasi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tol Jogja-Bawen Telan Biaya Rp14 Triliun, Ada Terowongan di Temanggung
Subiyantoro menjelaskan sesuai dengan instruksi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No.13/2020, ada tiga sasaran untuk kegiatan dana desa di 2021. Selain untuk lanjutan penyaluran BLT dana desa, dana desa juga digunakan dua program lain yakni pengembangan BUMDes dan sumber daya manusia. “Salah satunya kegiatan PAUD dan penanganan stunting di setiap kalurahan,” katanya.
Menurut dia, realisasi anggaran nantinya dituangkan dalam peraturan bupati. “Untuk sekarang masih sebatas pagu, tapi kalau sudah tertuang dalam perbup maka anggarannya sudah pasti,” katanya.
Lurah Ngloro, Kapanewon Saptosari, Heri Yulianto mengatakan sudah mendapatkan informasi berkaitan dengan adanya peningkatan pagu anggaran dana desa dari Pemerintah Pusat. Meski demikian, pihaknya masih menunggu petunjuk resmi dari pemkab terkait alokasi pasti dan perencaaan penggunaannya. “Kami tunggu juknisnya seperti apa. Yang jelas, pemanfaatan program akan mengacu pada aturan yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny
Klaim asuransi mobil tidak cukup hanya melapor kecelakaan atau kehilangan kendaraan. Simak dokumen, prosedur, hingga penyebab klaim ditolak agar proses berjalan