Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Pelaksanaan sosialisasi Peraturan Daerah No.7/2018 tentang Pembangunan Ketahanan Keluarga oleh Anggota DPRD DIY Rany Widayati di rumah makan Mbok Seneng, Kalurahan Siraman, Wonosari, Minggu (15/11/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD DIY, Rany Widayati, menyosialisasikan Peraturan Daerah No.7/2018 tentang Pembangunan Ketahanan Keluarga kepada puluhan warga Gunungkidul, Minggu (15/11/2020). Masyarakat diharapkan memahami pentingnya peran keluarga dalam pembangunan di Indonesia.
“Keluarga memang memiliki andil yang besar dalam pembangunan bangsa karena perannnya dalam mencetak generasi-generasi muda yang memiliki kualitas unggul,” kata Rany kepada wartawan.
Menurut dia, tujuan dari sosialiasi adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga dan berjalan dengan harmonis. Pasalnya, apabila terjadi keretakan dalam rumah tangga akan berdampak panjang. “Intinya kami ingin hubungan keluarga harmonis tidak ada perceraian,” katanya.
Rany menuturkan, kasus perceraian tidak hanya merugikan kepada pasangan suami istri. Sebab, anak juga berpotensi terkena dampaknya. “Jangan sampai ini terjadi karena saat anak tumbuh dalam keluarga yang bermasalah akan berimbas dalam pergaulan dan riskan pada hal-hal negatif seperti narkoba, pergaulan bebas dan lain sebagainya,” ungkap dia.
Oleh karenanya, keretakan dalam keluarga harus dicegah agar anak-anak tumbuh dengan baik sesuai dengan arahan kedua orang tua. “Tentunya pada saat anak terjerumus dalam pergaulan yang salah, maka masa depan akan lebih suram karena menjadi generasi yang bobrok. Kalau sudah begini, maka masa depan bangsa akan ikut terpengaruh. Jadi, ini harus dicegah,” kata politikus Golkar ini.
Menurut dia, salah satu upaya mencegah dalam keretakan rumah tangga adalah adanya peran berbagi antara suami dengan istri. Selama ini, urusan rumah tangga banyak dibebankan kepada perempuan sehingga berpengaruh pada kondisi psikis yang dapat berpengaruh terhadap keharmonisan dalam keluarga. “Mulai harus ada berbagi peran sehingga seimbang. Misal, suami bisa membantu memasak, membantu membersihkan rumah atau lain sebagainya. Kerja sama seperti inilah yang bisa memperkuat hubungan dalam rumah tangga,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S. Menurut dia, pihaknya berkomitmen dalam memperkuat ketahanan keluarga di masyarakat. Pada tahun ini, ada dua raperda inisiatif yang akan dibahas dan menyangkut dengan masalah keluarga. “Perda ini ada Kabupaten Layak Anak dan Pengarusutamaan Gender. Keduanya merupakan upaya kami dalam memperkuat ketahanan keluarga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.