Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi belajar./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tidak ingin gegabah membuka pembelajaran tatap muka meski sudah ada lampu hijau dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemkab Bantul masih melihat perkembangan grafik penularan Coronavirus Disease atau Covid-19 sampai akhir Desember mendatang.
“Kalau grafiknya [penularan Covid-19] menaik kami engga gegabah ambil kebijakan [pembukaan sekolah tatap muka],” kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo, saat ditemui di sela-sela kunjungan ke Pasar Imogiri Bantul, Selasa (24/11/2020).
BACA JUGA: ASN di Bantul Diminta Belanja di Pasar Rakyat
Jika grafik penularan Covid-19 turun dan memungkinkan untuk membuka pembelajaran tatap muka, Budi sudah meminta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) agar sekolah ekstrakeras dalam menerapkan protokol kesehatan.
Menurut dia, protokol kesehatan yang perlu diterapkan tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga pada jam istirahat.
Sekretaris Disdikpora Bantul, Riswidodo, mengatakan meski Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah membolehkan sekolah tatap muka, kebijakan itu tetap diserahkan kepada pemerintah daerah. Riswidodo meyakini Pemkab Bantul akan mengombinasikan kebjakan Mendikbud dan Pemda DIY.
Menurut dia, Gubernur DIY Sri Sultan HB X sudah memberikan pernyataan yang menyebut pembelajaran tatap muka tidak perlu dilakukan tergesa-gesa. Pembelajaran tatap muka perlu dilakukan secara berjenjang mulai dari perguruan tinggi (PT), kemudian dievaluasi sebelum dilanjutkan ke tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat terlebih dahulu.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Jalan Jogja-Wonosari
“Nanti setelah itu diterapkan di SMP dan SD,” kata Riswidodo.
Dia memprediksi jika pembelajaran tatap muka berhasil diterapkan di tingkat SMA pada Januari mendatang, metode serupa kemungkinan bisa diterapkan di SD dan SMP pada Februari 2021.
Disdikpora juga masih menunggu perkembangan penularan Covid-19 dan tidak ingin terburu-buru menerapkan pembelajaran tatap muka. Sejauh ini, Bantul sudah menerapkan konsultasi pembelajaran dengan tatap muka terbatas khsus mata pelajaran tertentu dengan jumlah siswa dan orang tua siswa terbatas.
Kebijakan tersebut berjalan baik, bahkan mendapat banyak apresiasi dari orang tua maupun pemerintah daerah lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.