Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Ilustrasi belajar./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tidak ingin gegabah membuka pembelajaran tatap muka meski sudah ada lampu hijau dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemkab Bantul masih melihat perkembangan grafik penularan Coronavirus Disease atau Covid-19 sampai akhir Desember mendatang.
“Kalau grafiknya [penularan Covid-19] menaik kami engga gegabah ambil kebijakan [pembukaan sekolah tatap muka],” kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo, saat ditemui di sela-sela kunjungan ke Pasar Imogiri Bantul, Selasa (24/11/2020).
BACA JUGA: ASN di Bantul Diminta Belanja di Pasar Rakyat
Jika grafik penularan Covid-19 turun dan memungkinkan untuk membuka pembelajaran tatap muka, Budi sudah meminta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) agar sekolah ekstrakeras dalam menerapkan protokol kesehatan.
Menurut dia, protokol kesehatan yang perlu diterapkan tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga pada jam istirahat.
Sekretaris Disdikpora Bantul, Riswidodo, mengatakan meski Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah membolehkan sekolah tatap muka, kebijakan itu tetap diserahkan kepada pemerintah daerah. Riswidodo meyakini Pemkab Bantul akan mengombinasikan kebjakan Mendikbud dan Pemda DIY.
Menurut dia, Gubernur DIY Sri Sultan HB X sudah memberikan pernyataan yang menyebut pembelajaran tatap muka tidak perlu dilakukan tergesa-gesa. Pembelajaran tatap muka perlu dilakukan secara berjenjang mulai dari perguruan tinggi (PT), kemudian dievaluasi sebelum dilanjutkan ke tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat terlebih dahulu.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Jalan Jogja-Wonosari
“Nanti setelah itu diterapkan di SMP dan SD,” kata Riswidodo.
Dia memprediksi jika pembelajaran tatap muka berhasil diterapkan di tingkat SMA pada Januari mendatang, metode serupa kemungkinan bisa diterapkan di SD dan SMP pada Februari 2021.
Disdikpora juga masih menunggu perkembangan penularan Covid-19 dan tidak ingin terburu-buru menerapkan pembelajaran tatap muka. Sejauh ini, Bantul sudah menerapkan konsultasi pembelajaran dengan tatap muka terbatas khsus mata pelajaran tertentu dengan jumlah siswa dan orang tua siswa terbatas.
Kebijakan tersebut berjalan baik, bahkan mendapat banyak apresiasi dari orang tua maupun pemerintah daerah lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.