Okupansi Hotel Berbintang Sleman 40-50 Persen, PHRI Bidik Pasar MICE
Okupansi hotel berbintang di Sleman berkisar 40%-50% selama low season. PHRI memperluas promosi dan membidik pasar MICE menjelang Nataru.
Ilustrasi nasi kotak. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--SMKN 4 Jogja membantah pernyataan yang menyebut sekolah tersebut menolak Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski begitu, SMKN 4 Jogja mengeluhkan kendala dalam penyaluran makanan tersebut.
Sebelumnya pemberitaan mengenai SMKN 4 yang disebut menolak MBG beredar di sosial media. Di sekolah tersebut juga disebut ada temuan ulat pada paket MBG siswa.
Kepala SMKN 4 Jogja, Nurlatifah Hidayati membantah hal tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak menolak program pemerintah pusat tersebut.
"Kami tidak keberatan dengan MBG. Karena ini sudah menjadi program pemerintah, memiliki aturan tersendiri dan menjadi sekolah yang ditunjuk, jadi kami ikut saja [mulai program MBG] sejak Februari [2025]," katanya di SMKN 4, Selasa (6/5/2025).
Dia menuturkan selama ini setiap pagi wali kelas mendata jumlah murid yang masuk dan tidak masuk di setiap kelas melalui google form. Kemudian, data jumlah siswa tersebut diserahkan ke penyedia MBG sebagai dasar penyaluran jumlah paket MBG.
Kemudian, ketika penyedia mengirim paket MBG ke sekolah, maka guru dan karyawan bertugas mengawasi proses penyaluran MBG ke tiap siswa. Setelah itu, mereka juga bertugas memastikan seluruh ompreng atau wadah MBG dikembalikan ke penyedia. Dia memperkirakan diperlukan waktu hingga tiga jam per hari untuk mengelola penyaluran MBG di tiap kelas.
Dia mengaku setiap hari alokasi MBG yang diberikan ke sekolah tersebut mencapai 1.258 paket. Jumlah tersebut dialokasikan bagi murid kelas 10 dan 11. Sementara kelas 12 masih menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) sehingga tidak diberikan MBG. Untuk menangani paket MBG tersebut, SMKN 4 pun mengerahkan sekitar 4 orang guru atau karyawan setiap harinya.
BACA JUGA: Program MBG di Kotagede Jogja Mandek, Wali Kota Hasto Wardoyo Segera Lapor ke Pusat
"Kalau tidak ada MBG, kami tidak ada pekerjaan tambahan mengelola MBG, tetapi kami tidak masalah," katanya.
Dia mengaku kendala pendistribusian tersebut sudah disampaikan ke Disdikpora DIY. Pihaknya pun akan menyusun petugas pengelolaan MBG tersebut dari karyawan yang ada.
Selain itu, dia juga mengaku minggu lalu ada satu paket MBG yang ditemukan ada ulat sayur dalam paket makanan tersebut. Dia pun mengaku telah berkoordinasi dengan SPPG Sorosutan terkait temuan tersebut.
"Begitu ada ulat, langsung diganti dengan paket [MBG] dari anak yang tidak masuk [sekolah]," katanya.
Selain itu, menurutnya, beberapa murid juga tidak langsung mengkonsumsi paket MBG tersebut. Hal itu lantaran beberapa siswa memiliki jadwal kegiatan yang berbeda. Hal itu lantaran beberapa siswa masih melakukan pembelajaran teori di kelas, dan beberapa kalin menjalani pembelajaran praktik di ruang praktik.
Karena itu beberapa waktu lalu sempat ada makanan yang basi karena tidak kunjung dikonsumsi siswa. Dia pun mengaku telah menyampaikan ke penyedia MBG untuk memberikan sayur yang dapat tahan lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Okupansi hotel berbintang di Sleman berkisar 40%-50% selama low season. PHRI memperluas promosi dan membidik pasar MICE menjelang Nataru.
Morbidelli dan Brad Binder pindah ke WorldSBK pada 2027. Simak alasan kejuaraan Superbike menjadi peluang baru bagi pebalap MotoGP.
Lille vs Galatasaray berlangsung Rabu malam. Kedua tim memburu poin perdana setelah kalah dalam dua laga awal Liga Champions 2026/2027.
Como vs Manchester United dijadwalkan 21 Oktober 2026. Simak jadwal, kondisi tim, kabar pemain, dan prediksi laga Liga Champions.
Indonesia masuk daftar 10 besar kuliner terbaik dunia versi CN Traveller 2026. Simak skor, posisi, dan negara lain dalam pemeringkatan
Gunungkidul menerima bantuan benih durian untuk lahan 25 hektare. Distribusi menyasar Ponjong hingga Panggang dan Tanjungsari.