DLH Kota Jogja Pastikan Sampah Warga Diambil Maksimal Tujuh Hari
DLH Kota Jogja memastikan layanan TRC Mas JOS gratis dengan pengambilan sampah maksimal tujuh hari setelah data permohonan dinyatakan lengkap.
Ilustrasi nasi kotak. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--SMKN 4 Jogja membantah pernyataan yang menyebut sekolah tersebut menolak Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski begitu, SMKN 4 Jogja mengeluhkan kendala dalam penyaluran makanan tersebut.
Sebelumnya pemberitaan mengenai SMKN 4 yang disebut menolak MBG beredar di sosial media. Di sekolah tersebut juga disebut ada temuan ulat pada paket MBG siswa.
Kepala SMKN 4 Jogja, Nurlatifah Hidayati membantah hal tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak menolak program pemerintah pusat tersebut.
"Kami tidak keberatan dengan MBG. Karena ini sudah menjadi program pemerintah, memiliki aturan tersendiri dan menjadi sekolah yang ditunjuk, jadi kami ikut saja [mulai program MBG] sejak Februari [2025]," katanya di SMKN 4, Selasa (6/5/2025).
Dia menuturkan selama ini setiap pagi wali kelas mendata jumlah murid yang masuk dan tidak masuk di setiap kelas melalui google form. Kemudian, data jumlah siswa tersebut diserahkan ke penyedia MBG sebagai dasar penyaluran jumlah paket MBG.
Kemudian, ketika penyedia mengirim paket MBG ke sekolah, maka guru dan karyawan bertugas mengawasi proses penyaluran MBG ke tiap siswa. Setelah itu, mereka juga bertugas memastikan seluruh ompreng atau wadah MBG dikembalikan ke penyedia. Dia memperkirakan diperlukan waktu hingga tiga jam per hari untuk mengelola penyaluran MBG di tiap kelas.
Dia mengaku setiap hari alokasi MBG yang diberikan ke sekolah tersebut mencapai 1.258 paket. Jumlah tersebut dialokasikan bagi murid kelas 10 dan 11. Sementara kelas 12 masih menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) sehingga tidak diberikan MBG. Untuk menangani paket MBG tersebut, SMKN 4 pun mengerahkan sekitar 4 orang guru atau karyawan setiap harinya.
BACA JUGA: Program MBG di Kotagede Jogja Mandek, Wali Kota Hasto Wardoyo Segera Lapor ke Pusat
"Kalau tidak ada MBG, kami tidak ada pekerjaan tambahan mengelola MBG, tetapi kami tidak masalah," katanya.
Dia mengaku kendala pendistribusian tersebut sudah disampaikan ke Disdikpora DIY. Pihaknya pun akan menyusun petugas pengelolaan MBG tersebut dari karyawan yang ada.
Selain itu, dia juga mengaku minggu lalu ada satu paket MBG yang ditemukan ada ulat sayur dalam paket makanan tersebut. Dia pun mengaku telah berkoordinasi dengan SPPG Sorosutan terkait temuan tersebut.
"Begitu ada ulat, langsung diganti dengan paket [MBG] dari anak yang tidak masuk [sekolah]," katanya.
Selain itu, menurutnya, beberapa murid juga tidak langsung mengkonsumsi paket MBG tersebut. Hal itu lantaran beberapa siswa memiliki jadwal kegiatan yang berbeda. Hal itu lantaran beberapa siswa masih melakukan pembelajaran teori di kelas, dan beberapa kalin menjalani pembelajaran praktik di ruang praktik.
Karena itu beberapa waktu lalu sempat ada makanan yang basi karena tidak kunjung dikonsumsi siswa. Dia pun mengaku telah menyampaikan ke penyedia MBG untuk memberikan sayur yang dapat tahan lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Kota Jogja memastikan layanan TRC Mas JOS gratis dengan pengambilan sampah maksimal tujuh hari setelah data permohonan dinyatakan lengkap.
Peringatan HAN 2026 di Prambanan libatkan ratusan siswa. Edukasi budaya, bantuan sosial, dan pesan penting untuk generasi muda.
Donald Trump dikabarkan ingin mendorong Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekjen PBB setelah masa jabatan António Guterres berakhir.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara transparan tanpa rapat rahasia dan konflik kepentingan.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.