Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Study Tour - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan kegiatan outing class tetap boleh diselenggarakan dengan peraturan yang ketat. Salah satunya pelaksanaan harus memenuhi Surat Pemberitahuan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Nomor : 400.3.1/52/2024 tentang standar prosedur pelayanan kegiatan luar sekolah.
Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, tidak ada masalah dengan kegiatan di luar kelas yang dilaksanakan setiap sekolah. Hal ini dikarenakan, sudah ada ketentuan yang mengatur tentang pelayanan kegiatan luar sekolah.
“Ada Surat Pemberitahuan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Nomor : 400.3.1/52/2024 tertanggal 4 Juni 2024. Ini masih berlaku dan harus dipatuhi,” kata Nunuk kepada wartawan, Senin (28/4/2025).
BACA JUGA: Ada Larangan Study Tour, Pelaku Wisata DIY Cari Market Baru
Dia menjelaskan, sekolah yang ingin menggelar outingclass wajib menyampaikan izin ke dinas pendidikan. Selain itu, juga ada pernyataan untuk tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran yang efektif.
“Saat pengajuan harus ada dokumen pendukung seperti penyelenggaraan outing yang dilaksanakan sebelumnya dalam bentuk dokumentasi,” katanya.
Adapun pelaksanaan outing class, kata dia, tidak ada aturan tentang lokasi. Meski demikian, ia meminta agar mempertimbangkan kepantasan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik.
“Kalau SD atau TK tidak perlu jauh-jauh dan lokasinya bisa diakses dengan mudah. Ini sudah kami sampaikan saat pembinaan pengawas ke sekolah-sekolah karena terpenting bisa memberikan edukasi untuk pembelajaran," ungkapnya.
Selain itu, untuk kendaraan atau bus yang digunakan harus memiliki kartu pengawasan atau izin pengangkutan serta memiliki keterangan lolos laik jalan atau uji berkala. “Semua harus dilengkapi termasuk sopir memiliki SIM sesuai dengan ketentuan. Kalau tidak lengkap, makai zin tidak bisa dikeluarkan,” katanya.
BACA JUGA: Adanya Pelarangan Study Tour, DIY Pilih Kuatkan Wisata Pendidikan
Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Wonosari, Joko Widiyanto saat dikonfirmasi mengatakan di tahun ini tidak menggelar kegiatan outingclass. Menurut dia, sudah ada rapat koordinasi dengan wali murid kelas VI sehingga dipastikan tidak ada kegiatan tersebut.
Menurut dia, ketiadaan kegiatan outing class sudah berlansung sejak tahun lalu. Sebagai gantinya dilakukan kegiatan kemah dan pesta siaga yang melibatkan siswa kelas V dan VI. “Ini bisa menjadi pengganti dan siswa antusias mengikutinya,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.