Bulan Dana PMI Gunungkidul 2026 Targetkan Rp600 Juta untuk Aksi Sosial
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
Ilustrasi petugas melakukan tes swab./ANTARA FOTO-Asprilla Dwi Adha\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – KPU Gunungkidul akan mengganti petugas KPPS yang positif terpapar virus corona. Hingga sekarang sudah ada satu petugas asal Kapanewon Panggang yang dinyatakan positif. Jumlah ini masih bisa bertambah karena proses skrening masing terus berlangsung.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan hal ini dilakukan untuk memastikan tahapan pilkada mengacu pada protokol kesehatan. Oleh karenanya, didalam persiapan pencoblosan, petugas KPPS menjalani rapid test corona. Tes ini dilakukan sejak 18-24 November dengan menyasar 13.300 petugas di 1.900 TPS. Meski demikian, Hani belum bisa menyebutkan secara rinci berkaitan dengan hasil tes tersebut karena belum mendapatkan laporan dari petugas yang bersangkutan.
“Informasi yang kami terima sudah ada satu petugas yang dinyatakan positif corona. Kami juga sudah mengganti petugas yang bersangkutan,” katanya kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).
Baca juga: Pasien Covid-19 di Jogja yang Meninggal Semakin Banyak, Begini Penjelasan Pemda DI
Menurut dia, pelaksanaan rapid tes sebagai langkah pencegahan terhadap penularan corona. Hani mengatakan, apabila petugas dinyatakan negatif (berdasarkan rapid test) akan langsung bekerja, sedang bagi yang dinyatakan reaktif, maka harus menjalani swab guna memastikan terpapar virus corona atau tidak.
Hani mengungkapkan, bagi petugas yang reatif tidak serta merta diganti karena kepastian menunggu hasil dari uji swab. “Satu petugas yang positif hasil swabnya sudah keluar. Kami masih menunggu, hasil tes lainnya. Nanti jika, terbukti positif, maka kami akan mengganti, tapi kalau tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai anggot KPPS,” katanya.
Ditambahkan dia, upaya antisipasi pencegahan penularan corona dari penyelenggaraa pilkada, KPU juga menyediakan alat pelindung diri bagi petugas maupun pemilih. Rencananya pada saat pemilihan juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain mewajibkan penggunaan masker dan jaga jarak, pemilih juga akan diberikan sarung tangan. “Nanti ada juga petugas yang melakukan pengecekan suhu tubuh, sebelum warga menggunakan hak pilihnya,” katanya.
Baca juga: Aktivitas Gereja hingga Tahlilan, Kegiatan Keagamaan di Jakarta Lahirkan 25 Klaster Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan skrening terhadap petugas KPPS untuk pilkada terus dilakukan. Ia berharap kepada masyarakat untuk patuh menjalankan protokol kesehatan. Hal ini dikarenakan penularan masih terjadi di masyarakat. “Jangan bosan menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan menggunakan sabun, pakai masker hingga menjaga jarak,” katanya.
Dewi mengungkapkan, penularan corona ada peningkatan. Selain penularan pada petugas KPPS juga ditemukan penularn di lingkungan sekolah. Hal ini terlihat adanya kasus penularan di Kapanewon Patuk. “Ada guru yang positif dan menularkan kepada dua orang siswanya. Selain itu, ada juga guru yang menularkan ke guru lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.