Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Gunung Merapi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Gunung Merapi meluncurkan guguran material sejauh 3 kilometer (km) pada November. Intensitas kegempaan pada bulan lalu meningkat lima kali lipat dibandingkan dengan Oktober. Potensi awan panas sejauh 5 km.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan luncuran guguran material Gunung Merapi teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, Magelang, dengan jarak maksimal sejauh tiga kilometer di sektor barat ke arah hulu Kali Sat pada 8 November pukul 12.57 WIB.
BACA JUGA: Kepala Dinas Sosial Kota Jogja Meninggal Dunia karena Covid-19, Pemkot Berduka
“Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah hingga sedang,” ujar Hanik melalui keterangan tertulisnya pada Senin (30/11/2020).
Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara pada November menunjukkan perubahan morfologi sekitar puncak, yaitu runtuhnya sebagian kubah Lava 1954.
“Berdasarkan analisis foto drone pada 16 November 2020, teramati adanya perubahan morfologi dinding kawah akibat runtuhnya lava lama, terutama Lava 1997 (selatan), Lava 1998, Lava 1888 (barat) dan Lava 1954 (utara), selain itu belum teramati kubah lava baru," ungkapnya.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 di Kota Jogja Naik Tajam, Ini Penyebabnya
Pada November, tercatat 1.069 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 9.201 kali gempa fase banyak (MP), 29 kali gempa low frequency (LF), 1.687 kali gempa guguran (RF), 1.783 kali gempa embusan (DG) dan 39 kali gempa tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada November dua sampai lima kali lebih tinggi dibandingkan bulan Oktober yang lalu.
BPPTKG menyimpulkan terdapat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi berupa aktivitas kegempaan internal yang mencapai 400 kali per hari, laju deformasi mencapai 11 cm per hari, konsentrasi gas CO2 yang meningkat menjadi 675 ppm, serta perubahan morfologi puncak akibat intensifnya aktivitas guguran. Data pemantauan ini menunjukkan proses desakan magma menuju permukaan.
“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dan awan panas sejauh maksimal 5 kilometer,” ujar Hanik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.