Pendapatan Gunungkidul 2025 Capai Rp2,067 Triliun, PAD Lampaui Target
Pendapatan Gunungkidul 2025 mencapai Rp2,067 triliun. PAD melampaui target, namun DPRD masih memberi sejumlah catatan untuk belanja dan infrastruktur.
Ilustrasi pesta kembang api pada perayaan tahun baru/JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Pariwisata Gunungkidul memastikan tidak ada persiapan khusus menyambut libur akhir tahun. Pasalnya, persiapan hanya difokuskan untuk antisipasi lonjakan pengujung agar tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, tidak ada kegiatan untuk menyambut libur akhir tahun karena kondisi perayaan masih bersamaan dengan pandemi. Oleh karena itu, tidak ada persiapan khusus untuk menyambut libur panjang tersebut. “Tidak ada acara apa-apa,” katanya kepada wartawan, kemarin.
BACA JUGA : Cek Syarat Naik Kereta Api saat Libur Akhir Tahun
Menurut dia, persiapan di libur panjang hanya menyangkut antisipasi terhadap adanya lonjakan pengunjung ke kawasan destinasi wisata. Hary mengungkapkan, antisipai dilakukan untuk memastikan pelaksanaan berjalan dengan lancar serta protokol kesehatan di area wisata dapat berjalan dengan baik.
“Kami akan lakukan koordinasi lintas sektoral. Yang jelas, kami akan pastikan liburan berjalan dengan aman,” katanya.
Kepala Seksi Informasi dan Promosi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Purnomo Sumardamto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memastikan penyelenggaraan kepariwisataan mematuhi protokol kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memasang tempat cuci tangan 200 unit di 50 destinasi wisata. Menurut dia, jumlah ini masih bisa terus bertambah karena pemkab terus melakukan identifikasi lokasi mana saja yang akan dipasangi fasilitas tersebut.
“Untuk saat ini di setiap destinasi ada empat sampai lima wastafel yang dipasang,” katanya.
BACA JUGA : Libur Akhir Tahun Akhirnya Dipangkas 3 Hari
Ditambahkan dia, pemasangan tempat cuci tangan terlaksana berkat kerjasama antara dinas pariwisata dengan BPBD Gunungkidul. selain pemasangan fasilitas ini juga dilakukan monitoring terhadap pelaksanaan protokol kesehatan mulai dari kawasan wisata hingga tempat-tempat kuliner.
“Monitoring dilakukan secara acak dan waktunya bisa dilaksanakan kapan saja,” katanya.
Hasil dari monitoring masih ada yang belum mematuhi protokol kesehatan. Hal ini dikarenakan masih banyak pengunjung yang abai tidak menggunakan masker, atau tidak menjaga jarak selama di destinasi.
“Kami berharap pengelola destinasi untuk terus mengingatkan kepada pengunjung agar taat protokol kesehatan. Sebab, keberhasilan untuk pencegahan merupakan tanggung jawab semua pihak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendapatan Gunungkidul 2025 mencapai Rp2,067 triliun. PAD melampaui target, namun DPRD masih memberi sejumlah catatan untuk belanja dan infrastruktur.
KPK periksa istri dan anak eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono, telusuri aset dugaan gratifikasi Rp17 miliar.
Jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek waktu keberangkatan di sini.
Harga bahan pokok di Sleman turun selama Juni 2026, diduga akibat liburnya program MBG saat libur sekolah.
B50 resmi berlaku, tekan impor BBM namun berisiko picu krisis minyak goreng dan beban subsidi akibat harga CPO.
Prediksi Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026. La Roja difavoritkan menang 2-0 atau 2-1 berkat lini belakang solid.