UPN Jogja Nonaktifkan Dosen, Kasus Kekerasan Seksual Diusut
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.
Gedung DPRD Sleman./JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN- Pembangunan Gedung DPRD Sleman mendekati tahap finishing. Proyek infrastruktur yang tetap dilanjutkan selama pandemi Covid-19 ini ditarget selesai pada 30 Desember mendatang.
Untuk memastikan proses penyelesaian proyek tersebut, Bupati Sleman Sri Purnomo meninjau langsung hasil pembangunan. Sri mengamati setiap ruangan dalam gedung. Beberapa ruang seperti ruang fraksi partai, ruang rapat, ruang paripurna hingga kamar mandi dan beberapa ruangan lainnya di gedung tersebut tak luput dari pengamatannya.
Dari hasil peninjauan tersebut, Bupati mengatakan masih banyak kekurangan dan perlu dilakukan sejumlah perbaikan. Terutama di bagian eksterior yang menurutnya belum terlihat rapi, tidak simetris dan bergelombang. "Beberapa bagian finishing-finishing perlu diperbaiki agar terlihat rapi. Kami minta sebelum diserahkan kepada Pemkab, tim pengawas meninjau kembali secara keseluruhan," katanya didampingi Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta dan jajarannya saat meninjau Gedung DPRD Sleman, Senin (14/12/2020).
Sri Untung, Pimpinan Proyek Pembangunan Gedung DPRD Sleman itu mengaku akan menindaklanjuti kekurangan yang dimaksud. Dia optimis dapat menyelesaikan proyek tersebut sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. "Kami optimis dapat selesai pada tanggal 30 Desember mendatang. Dalam 3-4 hari kedepan kami akan selesaikan ruang paripurna," ungkapnya.
Pembangunannya gedung DPRD Sleman tersebut menghabiskan anggaran Rp101 M. Gedung yang ditargetkan selesai pada 30 Desember tersebut, saat ini sudah mencapai 96% pembangunan. Adapun kontraktor pelaksaan pembangunan, PT. Ardi Tekindo Perkasa.
Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta mengatakan gedung yang memiliki tiga lantai tersebut selain untuk aktiVitas perkantoran Dewan DPRD Sleman juga akan digunakan untuk aktivitas ekonomi masyarakat. Di lantai paling atas gedung tersebut nantinya akan memiliki ruang khusus untuk UMKM Sleman.
"Ini agar pelaku UMKM bisa memajang produknya. Jadi jika ada temen-temen DPRD daerah lain berkunjung dapat melihat produk UMKM Sleman," ungkapnya.
Haris mengungkapkan seusai dengan jadwal, gedung tersebut akan rampung pada 31 Desember 2020 mendatang. "Akhir Desember itu rampung. Tapi yang siap digunakan gedung paripurna, sedangkan perlengkapan mebeler (kursi, meja) belum, nanti akan dianggarkan pada 2021," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.