Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Anggota Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin meminta Pemda DIY lebih serius mengurusi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Terlebih, berbagai persoalan terus terjadi dan hingga saat ini belum terselesaikan.
Menurut Amir, sebenarnya warga di sekitar TPST Piyungan sabar dan bisa menerima keberadaan tempat pembuangan sampah tersebut, termasuk dirinya sebagai warga Piyungan. “Tinggal keseriusan dan keberanian Pemda DIY untuk mengelola sampah dengan baik di TPST Piyungan,” kata Amir Syarifudin, Senin (28/12/2020).
Menurut Amir, semestinya pengelolaan sampah TPST Piyungan sudah harus mendatangkan teknologi pengolah sampah supaya sampah tidak hanya diuruk. Terlebih, volume sampah harian di TPST Piyungan mencapai 600 ton. Sementara, kondisi TPST Piyungan sudah kelebihan kapasitas sejak 2016. “Seharusnya sampah diolah bukan hanya ditumpuk dan diuruk,” ucap Amir.
Selain pengadaan teknologi pengolah sampah, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga meminta Pemda DIY untuk membuat program agar pemerintah daerah terutama Bantul, Kota Jogja, dan Sleman membuat depo pengolahan sampah mandiri supaya tidak semua sampah dibuang ke TPST Piyungan.
Dia menilai Pemda DIY memiliki anggaran untuk pengadaan teknologi pengolah sampah dan program depo pengolah sampah di tiap daerah. Hal itu dibuktikan dengan kemampuan Pemda DIY membeli dua hotel di kawasan Malioboro senilai Rp170 miliar plus renovasi senilai Rp50 miliar.
Sementara, anggaran tahun ini untuk perbaikan TPST Piyungan hanya Rp17 miliar yakni untuk pembuatan drainase. “Beli hotel Rp170 miliar mampu, mosok pengolahan sampah hanya Rp17 miliar tidak mampu,” kata Amir.
Lebih lanjut, Amir mengatakan perlu ada koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY. Sebab, DPUPESDM selama ini yang membangun dermaga dan perbaikan drainase. Sambil menunggu adanya teknologi pengolah sampah, Amir mendorong agar perluasan TPST Piyungan segera direalisasikan pada 2021.
Warga di sekitar TPST Piyungan beberapa kali menutup akses masuk truk pengangkut sampah sehingga sampah menumpuk di daerah. Terdapat sejumlah poin tuntutan warga yakni pembuatan dermaga sampah masuk ke lokasi agar tidak mengganggu aktivitas warga, perbaikan drainase air limbah maupun air hujan, penambahan lampu penerangan jalan, penyemprotan lalat dan pengecekan kesehatan berkala bagi warga sekitar TPST Piyungan, kebersihan jalan, pengurukan lahan yang sudah tidak aktif agar plastik tidak beterbangan ke rumah warga, serta dana kompensasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.
Kemudahan akses investasi digital yang kian masif justru memicu meningkatnya risiko bagi generasi muda, sehingga literasi keuangan dinilai menjadi kebutuhan.