Gejala Awal Ebola Varian Bundibugyo, Jangan Terkecoh Mirip Flu Biasa
Kenali gejala awal Ebola varian Bundibugyo yang kini menjadi perhatian dunia. Dosen FKIK UMY menjelaskan gejala, kelompok berisiko, hingga langkah pencegahan.
Ketua DPRD DIY Nuryadi. /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA—Politikus PDIP yang juga Ketua DPRD DIY Nuryadi berusaha meyakinkan publik DIY soal keamanan vaksin Covid-19. Ia menyatakan kesiapannya untuk disuntik vaksin Covid-19 paling awal jika memenuhi syarat sesuai dengan aturan Kemenkes.
Nuryadi mengatakan Presiden Jokowi sudah memberikan contoh dengan menyatakan kesiapannya untuk diberikan vaksin pertama kali demi memberikan kepercayaan kepada rakyat Indonesia, bahwa vaksin itu aman. Oleh karena itu ia pun siap untuk divaksin pertama kali di DIY demi meyakinkan warga DIY bahwa vaksin yang diberikan pemerintah termasuk aman. Tetapi kesiapan itu harus diikuti dengan sejumlah persyaratan yang memenuhi dari sisi kesehatan.
BACA JUGA : Begini Alur Penyimpanan dan Pengiriman Vaksin Covid-19
“Pak Jokowi sebagai presiden sudah mencoba nomor satu untuk diberikan vaksin, kalau saya memenuhi, saya nomor satu [diberi vaksin untuk DIY] enggak apa-apa. Siap saya, kalau memang memenuhi, karena secara kesehatan ada yang tidak dibolehkan karena sesuatu. Sepanjang saya memenuhi saya siap divaksin nomor satu,” ungkap Nuryadi di DPRD DIY, Selasa (5/1/2021).
Nuryadi tidak masuk dalam kriteria yang diperbolehkan untuk diberikan vaksin Covid-19 karena saat ini telah berusia 63 tahun. Adapun salah satu ketentuan penerima vaksin tahap awal ini adalah berusia di bawah 60 tahun.
Nuryadi menyadari pentingnya pejabat untuk memberikan contoh vaksinasi di awal untuk meminimalisasi terjadinya kekhawatiran masyarakat. Menurutnya masyarakat harus diyakinkan bahwa saat ini vaksin menjadi terapi yang paling baik untuk pencegahan Covid-19.
BACA JUGA : 26.800 Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Jogja
“Yang perlu tekankan adalah vaksin merupakan terapi paling manjur saat ini yang dilakukan pemerintah. Jika ada kekhawatiran masyarakat DIY tidak ada salahnya memang Forkopimda mendahului untuk divaksin. Tetapi yang terpenting adalah masyarakat paham bahwa vaksin itu betul-betul baik digunakan untuk melawan Covid-19, jangan sampai kacau pikirannya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali gejala awal Ebola varian Bundibugyo yang kini menjadi perhatian dunia. Dosen FKIK UMY menjelaskan gejala, kelompok berisiko, hingga langkah pencegahan.
Sebanyak 38 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I, termasuk Ciu Bekonang dari Sukoharjo.
Komdigi memperingatkan 22 PSE yang belum mendaftar. Jika hingga 13 Juli 2026 belum patuh, layanan digital berisiko diblokir.
Pemkot Jogja masih mematangkan penataan Malioboro, termasuk becak listrik, akses kendaraan, dan perbaikan fasilitas water station.
Bupati Banyumas mengajak generasi muda melestarikan tradisi petungan Jawa melalui workshop yang membahas filosofi, weton, dan kearifan lokal.
Kelurahan Bumijo menggelar pelatihan ecoprint untuk meningkatkan keterampilan warga dan membuka peluang usaha berbasis bahan alami.