Proyek Kantor Dinkes Rp7,1 Miliar Mulai Dikerjakan di Siraman
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sekolah di Gunungkidul mulai menyebarkan angket kepada wali murid terkait dengan kebijakan pembelajaran di sekolah selama pandemi Covid-19. Salah satunya dilakukan di SMP Negeri 1 Karangmojo, diharapkan angket tersebut menjadi salah satu dasar untuk penetapan kebijakan dalam kegiatan pembelajaran.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati mengatakan, hingga sekarang pihaknya masih menerapkan program pembelajaran jarak jauh. Namun demikian, berdasarkan surat edaran terbaru dari dinas pendidikan pemuda dan olahraga ada kebijakan baru karena sekolah diperbolehkan menggelar kegiatan tatap muka di sekolah.
Meski demikian, hal tersebut belum dilakukan karena masih menunggu rekomendasi dari gugus tugas di tingkat Kapanewon Karangmojo. Selain itu, sambung dia, pihak sekolah juga meminta pertimbangan dari wali murid mengenai kebijakan pertemuan tatap muka melalui angket. “Kami mulai kumpulkan pendapat orang tua melalui angket,” katanya, Selasa (5/1/2020).
Suhartati berharap proses ini berjalan dengan lancar sehingga di pertengahan Januari sudah ada kepastian terkait dengan kebijakan pembelajaran di sekolah pada saat pandemi. “Jika nanti layak dan aman maka pelajaran tatap muka bisa dilaksanakan,” tutur dia.
Kepala Bidang SMP, Didsikpora Gunungkidul Kisworo mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan Surat Edaran No.421/2566/UM tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap pada Tahun Ajaran 2020-2021 di Masa Pandemi Covid-19 pada Lingkungan Satuan Pendidikan di Kabupaten Gunungkidul tertanggal 30 Desember 2020. Isi dari surat edaran tersebut menyerahkan sepenuhnya kegiatan belajar ke masing-masing sekolah.
“Ya kalau sudah aman dan memiliki fasilitas pendukung, sekolah bisa menggelar pembelajaran tatap muka sesuai dengan SKB empat menteri,” katanya.
Meski demikian, apabila sekolah belum siap, maka diperbolehkan untuk tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan program belajar di rumah. “Kami berharap untuk kebijakan dalam pembelajaran, sekolah-sekolah berkoordinasi dengan tim gugus tugas yang ada di kapanewon,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Kebakaran hutan terbesar di Spanyol menghanguskan 26.000 hektar lahan dan memaksa sekitar 1.200 warga mengungsi di Guadalajara.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.