Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Warga melintas di jalan yang terendam air akibat luapan kali Pesing di Dusun Depok, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Bantul, Kamis (7/1/2021)./Istimewa- Dok. Kepala Desa Wonolelo
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras disertai angin yang menerjang Bantul pada Kamis (7/1/2021) siang menyebabkan longsor dan luapan sungai di beberapa titik, salah satunya luapan kali Pesing di Dusun Depok, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret.
Kepala Desa Wonolelo Akhmat Furqon mengatakan Kali Pesing meluap sekitar pukul 15.00 WIB dan merendam beberapa rumah di RT 02 Dusun Depok, “Ada enam rumah yang kemasukan air,” kata Furqon.
BACA JUGA: Gunungkidul Bersiap Batasi Aktivitas Masyarakat
Namun luapan sungai hanya berlangsung sekitar 15 menit setelah itu kembali surut. Menurut Furwon, tidak ada korban jiwa maupun material dalam kejadian luapan sungai tersebut. Namun, jalan dusun dan jalan desa penuh lumpur sehingga warga sekitar dibantu sukarelawan bekerja bakti membersihkan lumpur supaya tidak licin.
Subandi, salah satu warga Depok, mengatakan luapan Kali Pesing sering terjadi ketika hujan deras dan bisa sampai sebetis orang dewasa, tetapi tidak lama atau hanya terjadi sebentar. “Kalau hujan deras banjir tapi cepat surut,” kata dia.
Menurutnya, kali Pesing sebenarnya merupakan kali mati yang tidak ada airnya saat musim kemarau. Namun ketika musim hujan kerap banjir sampai meluap ke jalan dan rumah. Selain banjir, di dusunnya juga rawan longsor. Seperti yang terjadi di RT03 atau tepatnya rumah ayahnya Suryanto, 60.
BACA JUGA: Luncuran Awan Panas Merapi Kembali Terjadi
Tahun lalu rumah Suryanto sempat jebol terkena material longsor dari tebing di belakang rumah, dan hingga saat ini ayahnya tidak berani tidur di kamar setiap musim hujan. Longsor tahun lalu sudah dibersihkan, namun tetap rawan ketika hujan deras.
Manajer Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Aka Luk Luk, mengatakan longsor juga terjadi di Dusun Ngablak RT02, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan. Material longsor menimpa rumah dan melukai dua orang penghuni rumah.
Namun BPBD melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan terkait kejadian tersebut, “Dua orang terluka,” ucap Aka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.