Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Petani memanen cabai rawit di area penanaman cabai di Pondok Wonolelo II, Widodomartani, Ngemplak, Selasa (4/9/2018). Beberapa tanaman terlihat mengering karena dibiarkan oleh petani. Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, BANTUL-Hujan deras yang terus terjadi saat ini membuat petani cabai kelimpungan. Banyak tanaman cabai mati dan kering sehingga petani tidak bisa memanen dan stok cabai pun sampai saat ini kosong di tingkat petani.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Joko Suyono mengatakan saat ini hampir tidak ada tanaman cabai di desanya karena musim hujan, meski pun ada tanaman cabai tersebut sisa di musim kemarau.
Menurut dia, petani tidak biasa menanam cabai karena rawan hama dan busuk. Hal itu terjadi pada dirinya. Tanaman cabai seluas 2.000 meter di lahannya kering dan mati sehingga hanya bisa dipanen sedikit atau empat kali panen, “Harusnya bisa sampai 15 kali panen,” Joko, Senin (11/1/2020).
Awalnya tanaman cabai miliknya terkena hama patek saat awal musim penghujan di Oktober lalu, namun lama kelamaan tanaman cabainya kering dan mati sehingga tidak bisa dipanen kembali. Selain dirinya ada banyak petani cabai lainnya di Desa Srigading yang tidak merasakan panen.
Padahal cabai merupakan komiditas unggulan selain bawang merah di Srigading. Pihaknya tidak heran jika cabai terutama cabai rawit merah mahal di pasaran, “Karena di sentranya sendiri di Srigading sudah tidak ada tanaman cabai wajar harga mahal,” kata Joko. “Kalaupun masih ada jumlahnya sedikit,” imbuh Joko.
Kepala Seksi Distribusi dan Harga Kebutuhan Pokok, Dinas Perdagangan Bantul, Zuhriyatun Nur Handayani, mengatakan alasan cabai mahal di pasaran karena faktor musim hujan, “Karena cabai merupakan komoditas yang rentan dan mudah busuk jika musim hujan,” ujar dia.
Perempuan yang biasa dipanggil Nani tersebut mengatakan harga cabai di pasaran di Bantul saat ini terdapat kenaikan untuk cabai rawit merah mencapai rata-rata Rp74.500. Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan di lima pasar besar, yakni pasar Bantul, pasar Imogiri, pasar Piyungan, pasar Niten, dan pasar Pijenan. Sementara cabai merah keriting rata-rata Rp49.500 per kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jam keberangkatan dan kedatangan di tiap stasiun.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.