Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Warga melintas jembatan rusak di Trimulyo, Jetis, Jumat (15/1/2021). /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Warga Padukuhan Tengulan dan Bembem, Trimulyo, Jetis mengeluh terkait rusaknya jembatan yang menghubungkan dua padukuhan itu dengan Jalan Imogiri Timur.
Sejak rusak tiga tahun lalu, sampai kini jembatan tersebut belum diperbaiki oleh pemerintah setempat. “Sudah sejak 2017. Tidak ada perbaikan,” kata Jamingan, 65, warga padukuhan Bembem, Jumat (15/1/2021).
Ia mengungkapkan rusaknya jembatan tersebut diduga karena konstruksi tanah yang labil. Ini disebabkan, keberadaan Kali Nyaman yang melintas di bawah jembatan sering meluap dan mengikis kontruksi jembatan.
Baca juga: Perbaikan Jalur Evakuasi Merapi yang Rusak Tak Bisa Dalam Waktu Dekat
Adapun akibat kerusakan itu, jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 3 meter ini, saat ini ada bagian yang ambrol sepanjang 4 meter.
“Oleh warga dibuatkan jembatan dari kayu sudah ada empat kali untuk bagian yang ambrol tersebut,” lanjutnya.
Atas dasar itulah, ia berharap agar pemerintah bergerak memperbaiki jembatan tersebut. Sebab, jika warga yang ingin menuju Jalan Imogiri harus memutar, akan memakan waktu yang cukup lama.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Magelang Dimulai Februari
“Apalagi di sana [Jalan Imogiri Timur] ada klinik dan fasiitas kesehatan. Akan jauh jika kami harus memutar. Untuk itu kami berharap jembatan itu segera diperbaiki,” ucapnya.
Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU), Perumahan dan ESDM DIY, Bambang Sugaib menyatakan perbaikan dan perawatan jembatan tersebut menjadi kewenangan dari Pemkab Bantul. Sebab, berada di jalan kabupaten.
“Jadi silakan tanyakan ke pihak kabupaten. Karena jika dilihat dari lokasi, sepertinya memang kewenangan kabupaten,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.