Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Foto Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY menghentikan informasi mengenai ketersediaan tempat tidur atau bed untuk pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit rujujan di DIY.
Keputusan itu disampaikan Pemda DIY ke awak media pada Minggu (17/1/2021). Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyatakan, untuk sementara informasi mengenai ketersediaan bed untuk pasien Corona belum bisa dipublikasikan.
"Berhubung perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan ketersedian tempat tidur [TT] rumah sakit rujukan Covid-19, maka data TT RS belum bisa publish," katanya, Minggu (17/1/2021).
BACA JUGA: Alarm Darurat Layanan Kesehatan! RS Covid-19 di Jogja Terancam Kolaps
Adapun pada Minggu, Berty mengumumkan terdapat penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sebanyak 277 kasus. Tambahan ini menyebabkan total kasus terkonfirmasi mencapai 16.933 kasus.
Sebelumnya sebuah laporan kolaborasi enam media di Jogja yakni Harian Jogja, Kompas, Tirto.id, CNN Indonesia, IDN Times dan Gatra belum lama ini melaporkan sebanyak 23 dari 27 RS rujukan Covid-19 di DIY penuh sehingga menyebabkan antrean pasien di IGD.
Adapun sebanyak dua RS mengaku hanya tersisa bed untuk pasien perempuan, satu RS tidak menjawab panggilan telepon dan satu RS mengaku masih tersisa enam bed namun khusus untuk pasien Covid-19 yang mengalami gangguan jiwa.
Laporan itu juga membeberkan, dokter di sejumlah rumah sakit di DIY telah mengakui akibat penuhnya kapasitas RS, sejumlah pasien mengantre di IGD hingga berhari-hari sembari menunggu bed di ruang perawatan ada yang kosong. Dalam masa tunggu itu sebagian pasien meninggal dunia karena tak sempat mendapat perawatan memadai seperti fasilitas ICU.
Laporan kolaborasi jurnalis kontras dengan informasi ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19 di DIY yang setiap hari diumumkan Pemda DIY. Pemerintah mengklaim setiap hari masih tersisa puluhan bed kosong untuk pasien Corona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu