Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memastikan upaya pengungsian di sisi barat daya, khususnya kelompok rentan belum dilakukan karena berdasarkan catatan BPBD Sleman tidak ada warga yang tinggal di radius lima kilometer.
Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan jika pihaknya menindaklanjuti rekomendasi dari BPPTKG terkait dengan potensi ancaman bahaya Gunung Merapi yang saat ini masih berada di radius lima kilometer dari puncak.
BACA JUGA : Merapi Luncurkan Awan Panas Terjauh, Arah Erupsi Kini Berubah
"Dari BPPTKG itu kan di area lima kilometer, sedangkan di Sleman itu saat ini posisi warga radiusnya lebih dari lima kilometer. BPBD Sleman juga belum melakukan rapat koordinasi untuk mengantisipasi apabila Gunung Merapi statusnya berubah menjadi awas," ujar Joko saat dikonfirmasi pada Senin (18/1/2021).
Lebih lanjut, upaya mitigasi yang dilakukan oleh Joko dan jawatannya juga tidak luput dari kendala. Upaya pendataan warga yang berada di luar radius lima kilometer, khususnya yang berada di wilayah Cangkringan, Turi, dan Pakem tidak maksimal lantaran keterbatasan anggaran yang ada. Upaya pendataan penting untuk dilakukan dalam mengantisipasi jika sewaktu-waktu Gunung Merapi berubah status menjadi awas.
"Sementara di bidang saya yang biasa melakukan kegiatan pendataan anggarannya sekarang di 2021 minim sekali, jadi kami belum tahu mau bergerak seperti apa," katanya.
BACA JUGA : Potensi Daerah Bahaya Erupsi Merapi Mengalami Perubahan, Ini Penjelasan BPPTKG
Joko memastikan jika masyarakat di lereng Gunung Merapi, khususnya yang berada di sisi barat daya yakni kecamatan Turi dan Pakem tidak ada satupun warga yang masuk dalam radius kurang dari lima kilometer sesuai dengan jarak aman yang direkomendasikan oleh BPPTKG.
"Jadi mulai dusun Turgo, Purwobinangun Pakem, Sleman dan dusun Tunggularum, Turi, Sleman, tidak ada masyarakat yang berada kurang dari lima kilometer dari puncak Gunung Merapi, area aman dari BPPTKG kan lima kilometer. Jaringan Destana yang dimiliki oleh BPDB juga siap melakukan rencana kontijensi jika sewaktu-waktu rekomendasi bencana Gunung Merapi melebihi lima kilometer," terang Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.