Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Gunung Merapi muntahkan 47 kali guguran lava pijar pada Rabu (20/1/2021) dini hari. Guguran lava pijar teramati memiliki jarak luncur sejauh maksimal satu kilometer ke arah barat daya. Selain lava pijar, terjadi pula tiga guguran awan panas.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengambangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan terjadinya guguran lava pijar dan awan panas ini berdasarkan pengamatan pada pukul 00.00 WIB-06.00 WIB.
BACA JUGA: Jumlash Penerima Bantuan Jaminan Pendidikan di Kota Jogja Bakal Ditambah
Guguran awan panas terjadi pukul 00.59 WIB, 05.12 WIB dan 05.35 WIB. Awan panas tercatat di seismogram dengan amplitude 13-21 mm, berdurasi 116-198 detik. “Luncuran teramati ke arah barat daya dengan jarak 700-1.700 meter,” ujarnya, Rabu (20/1/2021).
Guguran awan panas kembali muncul sebanyak delapan kali antara pukul 14.07 WIB-17.17 WIB. Guguran awan panas terbesar tercatat pada pukul 14.27 WIB, dengan amplitudo 30 mm, durasi 117 detik dan jarak luncur 1,5 kilometer.
Pada periode pengamatan yang sama, pada aktivitas kegempaan tercatat terjadi tiga gempa awan panas, 36 gempa guguran, satu gempa fase banyak dan satu gempa tektonik jauh. Lalu pada pukul 13.34 WIB-14.03 WIB, terjadi hujan dengan total curah hujan 16 mm. “Masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu di Merapi agar waspada bahaya lahar,” katanya.
Sementara pada pengamatan Selasa (19/1/2021), selama 24 jam tercatat terjadi total 67 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 900 meter ke arah barat daya. Pada aktivitas kegempaan tercatat satu gempa awan panas guguran, 135 gempa guguran, enam gempa fase banyak, satu gempa hembusan dan satu gempa tektonik.
Laju rata-rata deformasi EDM babadan tercatat semakin pendek yakni 0,8 cm per hari. Dengan aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga, dengan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas ke sektor selatan-barat daya sejauh 5 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.