Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Dua siswa SMKN 1 Pundong, Muhammad Raihan Khoirilah dan Rosyid Jauhar, memeragakan penggunaan alat pengusir hama, Sabtu (13/6/2020)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, DANUREJAN--Pemda DIY memperpanjang Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) mulai Selasa (26/1) hingga 8 Februari mendatang. Mendukung kebijakan ini, semua kegiatan praktik di sekolah ditiadakan selama PTKM.
Kepala Dinas pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Didik Wardaya, menjelaskan sebelum PTKM, sekolah masih bisa menjalankan sejumlah kegiatan seperti praktikum terbatas, konsultasi bagi siswa di sekolah dan guru berkunjung ke rumah bagi siswa SLB.
“Kalau kondisi tidak PTKM guru mengajar di sekolah. Hanya anak-anak yang masih kesulitan bisa datang konsultasi. Selama PTKM sementara tidak ada praktek baik SMK dan SMA, termasuk siswa SLB yang guru biasanya berkunjung ke rumah siswa,” ujarnya, Selasa (26/1/2021).
BACA JUGA : Praktikum untuk SMK di Bantul Direncanakan Digelar Secara
Untuk memulai pembelajaran tatap muka, pihaknya masih menunggu perkembangan covid-19 dan kebijakan Pemda DIY. Jika kondisi sudah memungkinkan, pihaknya juga masih akan berkonsultasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Ikatan Dokter Anak dan instansi terkait lainnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan sampai saat ini sebenarnya sudah ada sekitar 50% dari 165 SMK dan 220 SMA di DIY yang telah mengajukan kesiapan sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka. “Rata-rata SMK sudah siap untuk praktek,” kata dia.
Dengan kondisi covid-19 saat ini dan kebijakan PTKM yang belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, maka pihaknya masih mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh melalui Jogja Belajar maupun aplikasi lainnya seperti google classroom.
“Kami juga memberi kesempatan pelatihan melalui webinar kepada guru untuk mebgembangkan konten pembelajaran jarak jauh. Selain itu kerja sama dengan Diskominfo [Dinas Komunikasi dan Informatika DIY] untuk benahi jaringan intrnet sekolah,” katanya.
BACA JUGA : Pembelajaran Jarak Jauh Bikin Belajar Praktikum Tak
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan selain praktikum SMA dan SMK, pembelajaran tatap muka secara terbatas bagi perguruan tinggi juga harus ditunda. “Perguruan Tinggi yang dulu sudah kita lepas [tatap muka], sekarang harus menyesuaikan, selama PTKM tidak boleh tatap muka,” kata dia.
Ia juga mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi para siswa selama pembelajaran jarak jauh agar tetap berada di rumah, mengikuti pelajaran dan tidak melakukan kegiatan yang tidak perlu di luar rumah. “Anak yang keluar diingatkan, diberi aktivitas di rumah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.