Alumni Santri Krapyak Perkuat Sinergi Ekonomi Lewat Ngobrol Bisnis
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Dua tersangka penjambretan saat dikawal oleh polisi di Polsek Kasihan, Kamis (28/1). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin.
Harianjogja.com, BANTUL--Kepolisian Sektor Kasihan menangkap dua orang pelaku pencurian disertai kekerasan atau jambret yang beraksi di sejumlah lokasi di Bantul dan Sleman. Tidak segan-segan kedua pelaku tergolong sadis dengan nekat melukai korban saat melakukan aksinya.
Keduanya adalah Agus Rudi Setiawan, 28, warga Sidomulyo, Bener, Tegalrejo, Jogja; dan Eko Triyanto, 21, warga Banyuraden, Gamping, Sleman. Keduanya ditangkap secara terpisah di rumahnya masing-masing.
BACA JUGA : Ini Dia Jambret yang Viral di Medsos dan Telah Beraksi 14
“Sebenarnya banyak tempat kejadian perkara jambret yang dilakukan kedua tersangka tapi korban yang melapor ada empat laporan,” kata Panit Reskrim Polsek Kasihan, Ipti Madiono di Polsek Kasihan, Kamis (28/1/2021).
Madiono mengatakan tersangka Eko melakukan penjambretan pada 5 Januari lalu di Jalan IKIP PGRI, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Saat itu Selasa, sekitar pukul 06.15 WIB, korban Herlina Kusumaningrus sedang bersepeda kemudian dipepet oleh tersangka Eko dengan sepeda motor dan langsung menarik tas pinggang korban hingga korban terjatuh.
Pelaku mengambil telepon selular korban dan uang tunai kemudian membuang tasnya. Atas kejadian tersebut polisi melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sanksi-saksi di lokasi kejadian, termasuk memeriksa kamera pengintai atau CCTV di lokasi kejadian kemudian diperoleh informasi dari plat nomor sepeda motor milik pelaku.
BACA JUGA : Dikejar Korban, Aksi Jambret di Sleman Gagal Setelah Pelaku
Selain itu pelaku juga terdeteksi menjual telepon selular hasil curiannya tersebut melalui aplikasi facebook, dan berhasil mengkonfirmasi pembeli telepon selular tersebut yang identik dengan barang curian. “Dari dua alat bukti tersebut kami menangkap tersangka pada 25 Januari di rumahnya,” kata Madiono.
Dari hasil pemeriksaan, kata Madono, tersangka Eko sudah melakukan aksi serupa sebanyak empat kali di wilayah Bantul dan Sleman, namun baru kali ini aksinya terungkap oleh polisi. Tersangka terancam Pasal 351 tentang Pencurian Disertai Kekerasan dengan ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun.
Pada bulan ini juga polisi berhasil menangkap Agus Rudi Setiawan yang juga sudah melakukan aksi penjambretan di berbagai lokasi, namun korban yang melapor dan terungkap hanya dua tempat kejadian perkara (TKP).
Modus Tanya Alamat
Aksi pertama kali dilakukan Agus Pada 12 Januari lalu di Sumberan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. korbannya adalah anak-anak dengan modus tanya alamat. Pelaku menanyakan alamat pada anak-anak yang sedang bermain telepon selular, namun saat korban menjelaskan alamat yang ditanyakan, pelaku langsung mengambil telepon selular korban.
Aksi kedua yang dilakukan Agus Rudi pada 15 Januari lalu di Jalan Wates Km 3,5 Dusun Onggobayan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Pelaku mengambil telepon selular yang ditatuh di dashboard motor korban. Menurut Madiono dalam aksi ini tersangka Agus ditemani oleh salah seorang yang kini masih buron.
BACA JUGA : Jambret yang Beraksi di Berbah Tertangkap, 1 Masih Buron
Korban dibantu warga sempat melawan dan berhasil mengamankan Agus, namun teman tersangka Agus nekat melukai warga dengan pisau kemudian melarikan diri. “Satu tersangka lagi masih buron tapi identitas sudah kami kantongi,” ucap Ngadiono.
Sementara itu Agus Rudi Setiawan saat dimintai keterangan mengaku nekat menjambret karena terpengaruh minuman keras, “Habis minum-minum langsung terbesit untuk menjambret,” kata dia. Residivis kasus penganiayaan yang sudah dipenjara 10 bulan di Sleman ini mengaku menyesal atas perbuatannya.
Demikian pengakuan Eko Triyanto. Dia nekat menjambret karena kepepet unuk kebutuhan sehari-hari anak dan istrinya. Eko berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.