Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN-Meski belum signifikan, dalam sepekan terakhir aktivitas Gunung Merapi menunjukkan peningkatan. Hal ini terlihat dengan munculnya kembali awan panas yang diikuti hujan abu di sejumlah titik.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, menjelaskan awan panas terjadi setidaknya tida kali yakni pada Rabu (24/2/2021) dan Kamis (25/2/2021).
"Awan panas guguran terjadi sebanyak tiga kali dengan estimasi jarak luncur maksimal 1,9 km ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 51 mm dan durasi 175 detik," ujarnya, Jumat (26/2/2021).
Awan panas guguran yangvterjadi pada Kamis (25/2) pada 16.52 WIB mengakibatkan terjadinya hujan abu tipis di sejumlah titik meliputi Kali Tengah Lor, Kali Tengah Kidul, Deles, dan Tlukan.
BACA JUGA: Begini Mekanisme dan Cara Daftar Vaksinasi untuk Lansia
Analisi morfologi area puncak pada Kamis (25/2/2021) terhadap Selasa (17/2/2021) menunjukkan adanya perubahan morfologi karena aktivitas guguran dan pertumbuhan kubah lava.
Volume kubah lava di sektor barat daya saat ini terhitung sebesar 618.700 meter kubik dengan laju pertumbuhan 13.600 meter kubik per hari. Sementara kubah lava kedua yakni yang berada di tengah kawah belum teramati karena kendala cuaca.
Pada aktivitas kegempaan, selama sepekan tercatat tiga gempa awan panas guguran, 14 gempa fase banyak, 985 gempa guguran, 37 gempa hembusan dan lima gempa Tektonik.
"Secara umum kegempaan internal pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu, sedangkan gempa di permukaan seperti gempa guguran meningkat dan munculnya awanpanas guguran," ungkapnya.
Dengan tingkat aktivitas ini status Gunung Merapi masih Siaga, dengan potensi bahaya berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.