Ini Regulasi yang Hambat Investasi Energi Terbarukan
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjajal KRL Yogyakarta-Solo, Senin 1 Maret 2021 - Youtube Setpres
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kereta Rel Listrik Lintas Yogyakarta-Solo, Senin (1/3/2021). Usai peresmian, presiden langsung menjajal transportasi massal tersebut dengan menempuh relasi Stasiun Jogja hingga Stasiun Solo.
Dia mengatakan bahwa kereta ini lebih cepat sekitar 10 menit dibandingkan kereta api Prambahan Ekspres. Presiden juga mengapresiasi keberadaan kereta tersebut karena dinilai ramah lingkungan. Selain itu, biaya operasi KRL ini hampir tiga kali lipat lebih efisien dibandingkan dengan kereta api sebelumnya.
“Saya kira moda transportasi negara kita ke depan harus semuanya mengarah kepada kereta transportasi massal yang ramah lingkungan juga kendaraan-kendaraan, semua ke depannya harus ramah lingkungan yaitu listrik,” kata Jokowi, Senin (1/3/2021), seperti dikutip dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com.
Baca juga: Masyarakat Perlu Hidup Berdampingan dengan Merapi
Selain itu, Presiden juga berharap agar kehadiran kereta listrik dapat membantu mobilisasi orang maupun barang dari kedua daerah tersebut. Jokowi juga mengharapkan agar pariwisata dan ekonomi di Yogyakarta dan Solo dapat semakin tumbuh dengan kehadiran transportasi massal tersebut.
Adapun, KRL Jogja- Solo akan beroperasi di 11 stasiun. Dimulai dari Stasiun Jogja- Lempuyangan - Maguwo - Prambanan - Brambanan - Srowot - Klaten - Cepet - Delanggu - Gawok - Purwosari - Stasiun Solo Balapan.
Kereta ini dapat melayani setidaknya mencapai 1.600 orang dalam satu kali perjalanan pada massa normal. Namun, selama pandemi PT KAI mengatur kapasitas pengguna sebanyak 74 orang per kereta untuk menekan risiko penularan virus.
Baca juga: Alur Sungai Bawah Tanah di Gunungkidul Bakal Dipetakan
Selain itu, KRL Jogja- Solo diketahui memiliki kecepatan maksimal mencapai 90 km/jam, atau lebih cepat dibandingkan Kereta Api Prameks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.
Ketua LPS Anggito Abimanyu soroti paradoks literasi keuangan di era digital dalam JFF 2026 Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.