Maju Pilur Gunungkidul, 6 Pamong Wajib Mundur Jika Lolos
Enam pamong kalurahan ikut Pilur Gunungkidul 2026. Mereka wajib mundur dari jabatan jika ditetapkan sebagai calon lurah pada 8 September.
Ilustrasi warga mengambil air di sumber mata air karena kekeringan./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Handayani bakal melakukan pemetaan alur sungai bawah tanah di Gunungkidul. Pemetaan rencananya melibatkan tim geologi dari Universitas Pembangunan Nusantara (UPN).
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan, rencana pemetaan alur sungai bawah tanah merupakan bagian penting dalam upaya memperluas jangkauan dan peningkatan layanan kepada masyarakat. Pasalnya, dengan pemetaan akan diketahui pasti alurnya sehingga di titik yang dilewati bisa dibor untuk kemudian disalurkan ke pelanggan.
“Jadi nanti ketahuan alurnya sehingga bisa digunakan untuk memperkuat layanan di wilayah yang dilewati sungai bawah tanah,” kata Toto, Minggu (28/2/2021).
Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan akan melibatkan tim geologi dari UPN. Rencananya pemetaan menggunakan teknologi Very Low Frequency (VLF). Teknologi ini diklaim lebih efektif ketimbang pemetaan menggunakan geolistrik. “Informasinya memiliki akurasi yang lebih baik sehingga akan digunakan dalam pemetaan sungai bawah tanah,” ujarnya.
Toto mengatakan, untuk titik awa pemetaan ada tiga lokasi yang berada di Kapanewon Tanjungsari, Purwosari dan Saptosari. Adapun pelaksanaan dilakukan setelah puncak musim hujan berlalu. “Mudah-mudahan secepatnya. Yang jelas, kami sudah koordinasi dengan tim dari UPN,” katanya.
Ditambahkan dia, pemetaan alur sungai bawah tanah jadi rencana jangka panjang untuk mengoptimalkan layanan. Selain itu, ada juga memaksimalkan potensi sumber air sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara langsung. “Kami terus berupaya menambah sambungan baru, agar layanan tetap terjaga maka kapasitas produksi harus ditambah. Salah satunya memaksimalkan potensi sumber-sumber yang ada karena selama ini masih banyak yang terbuang,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengakui masalah air khususnya musim kemarau menjadi hal klasik yang terus berulang setiap tahunnya. Menurut dia, pelaksanaan droping air bukan menjadi solusi karena dilihat dari potensi Gunungkidul memiliki sumber sungai bawah tanah yang melimpah.
Ery mencontohkan, di Kapanewon Purwosari di tembing Laut Bekah ada salah satu sumber air. Meski demikian, keberadaannya belum dimanfaatkan sehingga air masih terbuang percuma ke laut. “Hal seperti ini yang harus dikelola untuk dimanfaatkan masyarakat. Saya yakin kalau sumber air bawah tanah dikelola dengan baik, maka masalah krisis air di Gunungkidul bisa diatasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam pamong kalurahan ikut Pilur Gunungkidul 2026. Mereka wajib mundur dari jabatan jika ditetapkan sebagai calon lurah pada 8 September.
Andre Rosiade membuka peluang maju dalam bursa Ketum PSSI 2027, tetapi mengaku kini fokus membawa Semen Padang kembali ke Liga 1.
Hasil Liga Spanyol, Pablo Garcia mencetak gol menit ke-83 untuk membawa Real Betis menang 0-1 atas Valencia.
Jadwal perpanjangan SIM Jogja Agustus 2026 melalui SIM Keliling, Drive Thru MPP, dan Satpas lengkap dengan syarat, biaya, serta lokasinya.
Jadwal perpanjangan SIM Sleman Agustus 2026 di Satpas, MPP, SCH, dan SIMMADE lengkap dengan syarat, lokasi, dan jam pelayanan.
Jadwal SIM Keliling dan Samsat Keliling malam di SSA Bantul Agustus 2026 lengkap dengan syarat perpanjangan SIM dan layanan PKB tahunan.