Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). /ANTARA FOTO-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SLEMAN-Gunung Merapi memiliki siklus aktivitas erupsi yang masih akan terus terjadi. Masyarakat sekitar beserta pemerintah diharapkan mampu dengan arif menyikapi fenomena ini, untuk dapat hidup berdampingan dengan Gunung Merapi.
Ahli Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, mengatakan Gunung Merapi dan masyarakat memiliki hak yang sama untuk hidup berdampingan, sehingga harus saling menjaga. Hal ini ia sampaikan dalam Jagongan Online Menyapa Merapi, Sabtu (27/2/2021).
Menurutnya, dalam upaya mitigasi, harus memperhatikan kearifan lokal. “Diklat penanggulangan bencana harus dilakukan terus menerus bukan hanya melindungi masyarakat, tapi membuat desa Tangguh bencana. Saya harap bukan projek dari atas ke bawah. Ketangguhan bencana sangat bergantung kearifan lokal. Tidak sama rumusnya di setiap daerah,” katanya.
Aktivitas masyarakat juga perlu memperhatikan kepentingan lingkungan, jangan sampai menimbulkan kerusakan. Ia mencontohkan dalam aktivitas tambang galian C. menurutnya, aktivitas penambangan boleh saja, namun dengan tetap menjaga daya dukung lingkungan.
“Jangan sampai masyarakat yang gagal berinovasi, yang diperkosa sumber daya alam. Kita harus hati-hari, nambang boleh tapi ada batasnya. Jangan potong mataa air bawah permukaan, lingkungan rusak dan sebagainya, semua rusak hanya untuk keuntungan sesaat,” ungkapnya.
Kemudian untuk aktivitas wisata juga harus tetap memperhatikan kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi dengan tidak memaksakan kepentingan wisata dan berbagi ruang dengan Gunung Merapi. Pengawasan pembangunan di KRB Gunung Merapi sudah diatur dalam UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang.
Warga Penyintas Padukuhan Turgo, Purwobinangun, Indra Baskoro Adi, mengatakan pada 2008 masyarakat sekitar Gunung Merapi telah didampingi untuk melakukan upaya mitigasi seperti kapan waktu untuk evakuasi, dimana titik kumpul, dan scenario dalam setiap status Gunung Merapi.
Masyarakat di Sekitar Gunung Merapi yang meliputi empat kabupaten yakni Sleman, Klaten, Boyolali, dan Magelang, telah membentuk Paguyuban Siaga Merapi (Pasak Merapi). “karena ancaman Merapi tidak hanya satu sektor, bisa barat, barat daya, barat laut, dan sebagainya. Itu yang buat kami harus bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.