HUT ke-81 RI, Pekerja Seni Budaya Pakem Dapat Perlindungan BPJamsostek
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
Ilustrasi./ANTARA FOTO-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, SLEMAN- Antusiasme masyarakat untuk menjadi penerima vaksin Covid-19 cukup tinggi. Meski baru mendapatkan sekitar 17.000 dosis vaksin, jumlah pendaftar pada tahap kedua ini sudah mencapai hampir 40.000 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan pendaftaran penerima vaksin tahap kedua bagi pelayan publik yang dibuka sejak 22 Februari dan ditutup pada 28 Februari lalu menghasilkan 35.478 daftar calon penerima vaksin.
Rinciannya, ASN sebanyak 7.254 orang, tenaga pendidik (16.458 orang), wartawan (265 orang), pedagang pasar (4.053 orang), petugas pariwisata (3.644 orang), tokoh agama (1.002 orang), TNI (1.204 orang) dan Polri (1.598 orang).
"Setelah ditutup per 28 Februari kemarin, kami memperpanjang masa pendaftaran bagi pekerja publik dan memulai pendataan bagi calon penerima vaksin untuk lansia (lanjut usia)," kata Joko, Senin (1/3/2021).
Dia mengatakan, pendataan calon penerima vaksin untuk lansia tidak ada perubahan dibanding sebelumnya. Usia 70 tahun masih bisa divaksin asalkan tidak memiliki komorbid. "Saat ini, untuk lansia minimal 59 tahun bisa mendaftar. Mereka tetap mengisi form nanti akan discreeing dulu sebelum divaksin," katanya.
Link pendaftaran https://daftarvaksin.slemankab.go.id/ akan disebar di paltform media sosial milik Pemkab dan akan disebarluaskan ke tingkat kalurahan dan RT/RW. Disinggung soal tidak semua lansia memiliki Ponsel, menurut Joko satu nomor Ponsel bisa untuk mendaftarkan beberapa NIK lansia.
"Pendaftaran vaksinasi untuk Lansia dan perpanjangan pendaftaran vaksinasi bagi pelayan publik akan ditutup pada 7 Maret mendatang pukul 23.59 WIB," katanya.
Petugas Keamanan
Joko mengakui jika jumlah pendaftar calon penerima vaksin tahap kedua ini melebihi ketersediaan stok vaksin. Dinkes Sleman saat ini memiliki 17.100 dosis vaksin. Padahal jumlah pendaftar saat ini mencapai 35.478 orang.
"Kami baru dapat 17.100 dosis, jelas sangat kurang, sehingga penerima vaksin harus dibuat jadwal dulu," kata Joko.
Untuk gelombang pertama tahap kedua ini, katanya, penerima vaksin akan diberikan lebih dulu bagi petugas keamanan baik TNI maupun Polri. "Pendataan akan terus jalan. Hasil pendataan ini menjadi dasar bagi kami untuk mengajukan stok vaksin tambahan ke pusat. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda kuouta tambahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
Kabut asap Kalimantan menyeberang ke Filipina. Udara Manila masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya dan sekolah diliburkan.
Inflasi Gunungkidul pada Agustus 2026 mencapai 0,28%, tertinggi di DIY. Harga daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.
Si Jodie memungkinkan dokumen pencatatan sipil di Jogja selesai sehari kerja. Cek syarat dan kanal resmi pengajuannya.
Sebanyak 512 santri terdampak keracunan MBG di Sidoarjo. BGN melakukan investigasi dan menyiapkan sanksi bagi SPPG.
DPRD Sleman mendorong kuota Beasiswa Patriot Transmigrasi bagi lulusan S1 untuk melanjutkan S2 sebelum mengabdi di wilayah 3T.