Terima Bansos Saat Jadi PPPK, ASN Gunungkidul Kembalikan Rp1,5 Juta
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD Gunungkidul mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka karena program belajar di rumah (BDR) selama masa pandemi tidak efektif untuk perkembangan para siswa.
Salah satu dukungan disuarakan oleh Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Supriyadi. Ia mengaku sudah sering mendapatkan keluhan berkaitan dengan efektivitas program BDR dari masyarakat.
BACA JUGA: Sleman Belum Putuskan Sekolah Tatap Muka, Vaksin Anak Jadi Alasan Utama
Menurut dia, penyelenggaran belajar secara daring banyak kendala mulai dari perkembangan siswa hingga orang tua yang kerepotan karena harus mendampingi anak secara intens saat mengerjakan tugas yang diberikan sekolah.
“BDR tidak efektif. Niatnya untuk menghindarkan siswa dari penyebaran Corona, tapi malah menimbulkan masalah baru. Salah santunya terhadap perkembangan siswa karena ada yang pindah jenjang pendidikan [SD-SMP atau SMP-SMA] dengan proses yang tidak semestinya,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).
Politikus PAN ini mengungkapkan berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, sekolah siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, meski wabah corona belum hilang.
Meski demikian, penyelenggaraan tatap muka belum dilakukan karena terbentur aturan dalam pelaksanaan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) skala mikro.
BACA JUGA: Pedagang Jogja Keluhkan Pendataan Vaksin yang Kurang Maksimal
Sekretaris Didsdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan hampir seluruh sekolah siap melakukan pembelajaran tatap muka. “Sekolah sudah siap, bahkan di awal tahun sudah mewacanakan mulai pembelajaran tatap muka,” katanya.
Namun, pembelajaran tetap menggunakan model daring karena adanya kebijakan PTKM dari pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Nelayan Gunungkidul mulai menangkap gurita. Sekali melaut, hasil tangkapan bisa mencapai 15 kilogram dengan harga hingga Rp100.000 per kilogram.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Borneo FC tanpa Ze Valente. Caretaker Guntur Cahyo Utomo menegaskan kekuatan tim terletak pada kolektivitas pemain.
Bahlil Lahadalia melarang ekspor SDA Indonesia transit di negara lain. Ia meminta pengiriman LNG dan mineral langsung ke negara tujuan.
Pieter Huistra kecewa setelah PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC. Dua gol mudah dan kartu merah Kevin Gomes menjadi sorotan.
Kunjungan wisman ke DIY pada September 2026 turun 12,96% secara bulanan. Low season dan gangguan penerbangan akibat abu vulkanik menjadi faktor penyebab.