Kuota Transmigrasi Belum Jelas, Gunungkidul Masih Menunggu Pusat
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD Gunungkidul mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka karena program belajar di rumah (BDR) selama masa pandemi tidak efektif untuk perkembangan para siswa.
Salah satu dukungan disuarakan oleh Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Supriyadi. Ia mengaku sudah sering mendapatkan keluhan berkaitan dengan efektivitas program BDR dari masyarakat.
BACA JUGA: Sleman Belum Putuskan Sekolah Tatap Muka, Vaksin Anak Jadi Alasan Utama
Menurut dia, penyelenggaran belajar secara daring banyak kendala mulai dari perkembangan siswa hingga orang tua yang kerepotan karena harus mendampingi anak secara intens saat mengerjakan tugas yang diberikan sekolah.
“BDR tidak efektif. Niatnya untuk menghindarkan siswa dari penyebaran Corona, tapi malah menimbulkan masalah baru. Salah santunya terhadap perkembangan siswa karena ada yang pindah jenjang pendidikan [SD-SMP atau SMP-SMA] dengan proses yang tidak semestinya,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).
Politikus PAN ini mengungkapkan berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, sekolah siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, meski wabah corona belum hilang.
Meski demikian, penyelenggaraan tatap muka belum dilakukan karena terbentur aturan dalam pelaksanaan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) skala mikro.
BACA JUGA: Pedagang Jogja Keluhkan Pendataan Vaksin yang Kurang Maksimal
Sekretaris Didsdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan hampir seluruh sekolah siap melakukan pembelajaran tatap muka. “Sekolah sudah siap, bahkan di awal tahun sudah mewacanakan mulai pembelajaran tatap muka,” katanya.
Namun, pembelajaran tetap menggunakan model daring karena adanya kebijakan PTKM dari pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.