Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Salah seorang perajin topeng Bobung sedang mengecat mainan truk untuk proses finshing sebelum dipasarkan ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur Selasa (2/3/2021). /Harian Jogja- David Kurniawan.
Harianjogja.com, PATUK – Perajin topeng kayu di Dusun Bobung, Putat, Patuk mengubah hasil produksi dengan membuat miniatur truk. Hal ini dilakukan untuk bertahan karena sepinya orderan akibat dampak dari pandemi corona.
Salah seorang perajin, Rahmantri Yusuf mengatakan, pandemic corona benar-benar berdampak terhadap usaha kerajinan topeng kayu yang digeluti warga Bobung. Menurut dia, sejak adanya pandemic satu tahun lalu hampir tidak ada orderan membuat topeng kayu. “Benar-benar sepi,” kata Yusuf kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).
BACA JUGA : Perajin Topeng di Bobung Kesulitan Bahan Baku
Meski demikian, para perajin harus terus berkreasi agar tetap memperoleh penghasilan. Oleh karenanya, sekitar empat bulan lalu, perajin merubah produksi dari topeng kayu menjadi miniature mainan truk. “Kami bersyukur karena usaha ini berjalan lancar,” katanya.
Menurut dia, usaha ini tidak dilakukan sendiri karena pembuatan dilakukan denan cara kerjasama antar perajin. Yusuf mengaku membuat mainan truk dengan bahan kayu. Selanjutnya, setelah jadi disetorkan ke perajin lain untuk proses finishing pengecatan.
“Nanti ada perajin yang khusus memasarkan. Biar menarik, saya buat truk bisa berjalan oleng sehingga mirip aslinya,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Surono, perajin lain di Dusun Bobung. Menurut dia, untuk mempertahankan ciri khas topeng bobung, truk mainan ini tetap dilukis dengan beragam motif batik. Pewarnaan di badan truk juga masih tetap menggunakan teknik batik yang sama dengan pewarnaan pada kain.
BACA JUGA : Perajin Topeng Kayu Terancam Gulung Tikar
“Batik merupakan identitas di sini [Bobung] sehingga tetap dipertahankan,” kata Surono.
Menurut dia, satu truk batik ukuran standar dijual paling murah Rp 50.000. Harga akan semakin mahal esuai dengan pembuatan truk dengan cat beragam asesoris. “Setiap bulan bisa mengirim 400-500 unit. Untuk tujuan ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Kediri, Magelang, Cilacap hingga Temanggung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.