Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Petugas DLH Kota Jogja mulai mengangkut sampah ke truk pada Rabu (22/12/2020). /Harian Jogja- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja sudah menunjuk dua orang tokoh masyarakat di tiap kalurahan untuk mengawasi persampahan. Upaya tersebut sebagai bagian dari pengurangan sampah yang dibuang ke tempat pembungan sampah (TPS) sampai Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
Kepala DLH Jogja Sugeng Darmanto mengatakan dua tokoh masyarakat yang dipercaya sebagai fasilitator kelurahan itu merupakan kepanjangan tangan dari DLH yang akan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk memilah sampah dari rumah tangga.
BACA JUGA: Pandemi Belum Berlalu, Tukang Becak & Kusir Andong di Malioboro Kian Menderita
“Fungsinya adalah jembatan dinas ke masyarakat. Jadi semacam kepanjangan tangan dari kami untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Itu dari masyarakat sekitar yang punya kepedulian dan kemampuan memberikan motivasi,” kata Sugeng Darmanto dalam acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang digelar secara daring, Kamis (4/3/2021).
Sugeng mengatakan gerakan pengurangan sampah harus dimulai dari rumah tangga sebagai hulunya karena sampah berasal dari rumah tangga. Tiap rumah tangga harus mulai memilah mana sampah organik dan anorganik.
Setelah ada pemilahan sampah dari rumah tangga, proses selanjutnya adalah distribusi ke penampungan sampah sementara atau bank sampah. Dari bank sampah tersebut kemudian sampah dipilah kembali. Misalnya yang organik bisa dibuat mogot dan pupuk kompos. Sementara yang anorganik bisa dibuat semacam kerajinan sesuai dengan kreativitas masing-masing di bank sampah.
“Dan upaya yang terakhir ialah menangani sisa atau residu yang belum bisa ditangani, masuk ke TPST Piyungan. Jadi proses produksi sampah di awal, penanganan dan proses akhir di TPA ini agar tingkat serapan baik dari lapak, pemlung, bank sampah, tingkat serapannya semakin tinggi,” kata Sugeng.
BACA JUGA: Rel Bandara YIA Hampir Rampung, Diklaim Bebas Ancaman Banjir karena Melayang
Volume sampah di Jogja yang dibuang ke TPST Piyungan ada sekitar 260 ton per hari yang didominasi sampah organik sekitar 60% dan nonorganik sekitar 40%. Sementara keberadaan TPS sementara di Jogja ada sekitar 112 dan tujuh depo sampah.
Sugeng mengatkan saat ini ada 481 bank sampah di Jogja. DLH akan terus memperbanyak dan minimal di setiap RW ada bank sampah yang berjumlah 630 RW. Menurut dia keberadaan bank sampah ini cukup efektif mengurangi bank sampah meski baru sekitar 2%, “Upaya kami bagaimana bisa naik serapan bank sampah ini sampai lima persen,” ujar Sugeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Keppres pemberhentian Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan sedang diproses, kata Mensesneg Prasetyo Hadi.
Eks engineer OpenAI Abdulrahman Alfozan ditangkap FBI setelah diduga memasang alat perekam tersembunyi di ruang rapat eksekutif perusahaan.
Survei Bain 2026 mengungkap perbedaan prioritas pembeli mobil. Konsumen AS mengutamakan harga, sedangkan pembeli China mengejar teknologi.
Apple mulai menguji Apple Intelligence di China pada 4 November 2026 dengan dukungan Qwen. Simak fitur Siri, jadwal rilis, dan ketentuan aksesnya.
Jadwal League Cup 2026/2027, Rabu 4 November, menyajikan enam pertandingan. Simak jadwal siaran langsung dan klasemen terbaru 12 grup.