Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Spanduk penolakan pembangunan TPST di sepanjang jalan desa, di Padukuhan Sringkel, Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, Jumat (5/3/2021). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Rencana pembangunan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di Padukuhan Sringkel, Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, mendapatkan penolakan dari warga sekitar. Penolakan tersebut dilakukan oleh warga dengan memasang sejumlah spanduk berisikan penolakan pembangunan TPST di sepanjang jalan desa.
Ketua Warga Penolak TPST Plumbon, Muslim Badrudin mengatakan tanah yang rencananya akan dibangun TPST tersebut merupakan tanah kas desa dan lahan pertanian produktif. Terlebih, tanah tersebut kerap dijadikan warga untuk bercocok tanam.
"Kami khawatir dengan dampak yang dihasilkan dari kehadiran TPST tersebut nantinya akan menyengsarakan masyarakat. Intinya kami akan menolak," ujar Muslim saat dikonfirmasi pada Jumat (5/3/2021).
Baca juga: Penularan Covid-19 Rendah, Sleman Kembali Bebas Zona Merah
Penolakan warga bukan tanpa dasar. Muslim dan warga di sekitar lahan yang rencananya bakal dibangun TPST khawatir akan dampak yang ditimbulkan oleh TPST. Di antaranya, bau menyengat dan potensi jalan rusak yang diakibatkan dari aktivitas pengelolaan sampah.
"Hampir 90 persen warga Dusun Sringkel yang menolak hadirnya TPST di wilayah Plumbon. Bentuk penolakan dilakukan warga dengan memasang spanduk kecaman di sepanjang jalan desa," sambung Muslim.
DPUPKP Kulonprogo Klaim Pengelolaan Sampah Satu Hari Selesai
Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Persampahan Air Limbah dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Toni mengatakan upaya sosialisasi sudah dilakukan kepada warga di sekitar lahan yang rencananya bakal dibangun TPST Plumbon.
Baca juga: Pelaku Pembuangan Bayi di Indekos Prambanan Ternyata Ibunya Sendiri
"Kami sudah sosialisasi terkait dengan sistem pengelolaan TPST yang sehari selesai. Sehingga dimungkinkan tidak akan terjadi penumpukan sampah. Kemudian, terkait dengan keluhan akses truk pengangkut sampah, nantinya akses TPST akan dibuatkan jalan sendiri dan tidak melewati jalan desa," ungkap Toni.
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo menyatakan pembangunan TPST Plumbon masih dalam tahap awal pembangunan. Jadwal pasti pelaksanaan pembangunan juga belum dipastikan.
"Alasan dipilihnya Plumbon sebagai lokasi TPST adalah karena lokasinya yang strategis dan bisa menjadi opsi pendukung ketika TPST Banyuroto penuh nantinya. Hadirnya TPST juga akan mendukung kawasan aerotropolis seiring dengan hadirnya Yogyakarta Internasional Airport (YIA)," kata Toni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.