Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi./ANTARA FOTO-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, BANTUL - Vaksinasi tahap dua yang menyasar pelayan publik di Bantul telah dimulai pekan lalu. Meski menyasar pegawai di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tak semua OPD menjalani vaksinasi tahap kedua.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis menyebutkan dari 54 OPD ada beberapa instansi yang pegawainya belum mendapatkan vaksinasi tahap kedua. Kebijakan tersebut terpaksa diambil, menyusul keterbatasan vaksin yang tersedia. “Benar karena keterbatasan vaksin. Ada DPUPKP, UPT DPUPKP, Kesbangpol, Dispetaru, dan Dinas Nakertrans," terangnya Senin (8/3/2021).
Kendati ada lima OPD yang belum tervaksinasi, Helmi menegaskan kelima OPD tersebut akan tetap mendapat vaksinasi di tahap berikutnya. "Karena vaksin datangnya bertahap, sehingga yang belum akan diikutkan tahap ketiga," ujarnya.
Baca juga: Angka Kekerasan Terhadap Perempuan di DIY Melonjak, Pandemi Jadi Salah Satu Penyebab
"Ya nanti tahap ketiga akan kami usahakan. Sebenarnya banyak yang mengajukan kepada kami untuk dilaksanakan vaksinasi ini, di antaranya BUMD, perbankan, PDAM, mereka kan juga melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat. Lalu PHRI mereka juga melayani masyarakat, wisatawan, mohon juga dilakukan vaksinasi dan tahap kedua belum dapat mengcover OPD di seluruh Kabupaten Bantul," terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Bobot Ariffi\'aidin menyatakan tidak mempersoalkan OPD yang dipimpinnya baru menerima vaksin pada tahap ketiga. "Enggak apa-apa, nanti nunggu giliran," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ojol demo serentak di Jogja dan 16 kota, tuntut kenaikan tarif hingga UU transportasi online. DPRD DIY siap bahas regulasi.
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.