Hari Pertama, Pendaftaran Balon Lurah Masih Sepi
Hari pertama pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul masih sepi. Pendaftaran Pilur Serentak 2026 dibuka hingga 23 Juli.
Petugas medis melakukan rapid tes antigen COVID-19 kepada calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (21/12/2020)./ANTARA FOTO-Galih Pradipta
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul berencana membeli mobil tes PCR. Kebijakan ini dilakukan untuk memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, upaya testing, tracing, treatment atau 3T, khususnya untuk pengetesan sangat bergantung dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTLKPP) DIY. Pasalnya, guna mendapatkan hasil tes PCR harus menunggu pengujian dari lab. “Kami harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya,” kata Dewi kepada wartawan, Kamis (18/3/2021).
Dia menjelaskan, untuk memangkas waktu dalam pengetesan, dinas kesehatan mengusulkan membeli mobil tes PCR sendiri. Guna merealisasikan rencana ini sudah mengusulkan ke badan anggaran milik pemkab. “Sudah kami usulkan. Untuk membelinya dibutuhkan anggaran sekitar Rp3,6 miliar,” katanya.
Baca juga: Lurah Meninggal, Tegalrejo Gedangsari Akan Gelar PAW
Menurut Dewi, kepemilikian mobil tes PCR memiliki banyak manfaat. Selain memaksimalkan dalam upaya penelusuran dan pengetesan, hasilnya juga bisa diketahui dalam waktu cepat. “Tidak butuh lama karena dalam sehari hasilnya bisa diketahui. Harapannya dengan alat ini maka upaya pengetesan bisa efektif dan edisien,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengakui sudah menerima laporan usulan pengadaan mobil tes PCR. Meski demikian, pemkab masih mempertimbangkan usulan tersebut karena harga yang tergolong mahal. “Nominalnya tidak sedikit untuk membeli mobil tes PCR,” kata Drajad.
Baca juga: Petani Garam Tolak Kebijakan Impor
Meski belum memberikan keputusan pasti, namun upaya pembelian masih tetap bisa. Pasalnya, kebijakan juga sangat bergantung dengan perkembangan kasus penularan Covid-19 di Bumi Handayani. “Kalau nanti memang diperlukan dan anggaran ada, maka sangat mungkin untuk membelinya,” katanya.
Ia menambahkan, proses vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul terus berjalan. Diharapkan dengan pemberian vaksin itu maka penularan bisa dicegah. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan pandemic bisa segera diatasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari pertama pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul masih sepi. Pendaftaran Pilur Serentak 2026 dibuka hingga 23 Juli.
Mobil bekas Rp70 jutaan masih menawarkan banyak pilihan menarik. Mulai Toyota Agya, Honda Jazz, Avanza hingga Suzuki Swift yang cocok untuk ke
Jadwal 32 besar Japan Open 2026: 8 wakil Indonesia bertanding hari ini. Fajar/Rian, Putri KW, Zaki Ubaidillah, dan lainnya siap tempur. Simak jadwal lengkap.
Didier Deschamps hengkang dari Timnas Prancis usai kalah 0-2 dari Spanyol. Zinedine Zidane siap gantikan, Fabrizio Romano konfirmasi era baru Les Bleus.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik tiga kepala OPD hasil lelang jabatan. Ia menyoroti layanan RSUD, kemiskinan, dan penguatan Satpol PP.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.