BTS Konser di Jakarta Desember 2026, Harga Tiket dan Jadwal Resminya
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 32 warga terdampak bencana di Aula Bappeda Sleman, Kamis (18/3/2021). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terkait potensi bencana yang terjadi di wilayah Sleman. Tim Reaksi Cepat BPBD Sleman selalu sigap memberikan bantuan jika terjadi bencana.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan wilayah Sleman memiliki banyak potensi bencana alam, mulai dari angin kencang hingga erupsi Merapi. Sleman termasuk kabupaten rawan bencana alam, sehingga pada 2017 Pemkab mengeluarkan Perbup tentang bantuan bencana alam.
"Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Ini berguna untuk pendampingan kepada masyarakat yang terdampak bencana," katanya, di sela pemberian bantuan kepada warga terdampak bencana, Kamis (17/3/2021).
Baca juga: Pemerintah Hobi Impor Beras, Petani di Sleman Merana
Ia berharap agar bantuan tersebut dapat meringankan sedikit beban korban bencana. Pemkab, katanya, memiliki Tim Reaksi Cepat yang selalu sigap memberikan bantuan jika terjadi bencana. Khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. "Ke depan, Pemkab bersama BPBD dan dinas terkait berkomitmen dapat selalu mendampingi dan memberikan bantuan kepada para warga yang terdampak bencana," katanya.
Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto menjelaskan pemberian bantuan tersebut berdasarkan Perbup No.36/2017 yang berisi bantuan bencana untuk setiap warga masyarakat yang terdampak bencana alam. "Untuk pemberian bantuan yang saat ini adalah korban bencana alam angin kencang, tanah longsor, kebakaran, banjir pada periode Desember-Januari," ujar Joko.
Baca juga: Stasiun Lempuyangan Kini Melayani Tes GeNose
Total bantuan yang diserahkan pada kesempatan tersebut adalah Rp91,65 juta untuk 32 KK. Warga korban bencana ini tersebar di 16 padukuhan, sembilan kalurahan dan enam kapanewon. "Bantuan yang diberikan merupakan biaya perbaikan rumah sesuai tingkat kerusakannya," kata Joko.
Dukuh Karangmojo, Purwomartani, Kalasan Andy Rakhmat Santoso mengatakan dari 32 warga yang menerima bantuan lima di antaranya berasal dari warga Karangmojo. Mereka tertimpa bencana angin kencang yang terjadi pada 19 November 2020 lalu. "Ada lima warga yang menerima bantuan, untuk besarannya saya tidak mengetahuinya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.