Kasus Pemerkosaan Gadis Disabilitas di Gunungkidul Terungkap
Kasus pemerkosaan gadis disabilitas di Gunungkidul terungkap. Dua pelaku ditangkap dan terancam hukuman hingga 12 tahun penjara.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KARANGMOJO – Sedikitnya 7.862 siswa kelas sembilan akan mengikuti Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) sebagai pengganti ujian nasional di DIY. Rencananya tes diselenggarakan mulai Senin (5/4/2021) hingga Kamis (8/4/2021).
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Kisworo mengatakan, untuk persiapan ASPD sudah dilakukan sehingga tinggal pelaksanaan. Menurut dia, penyelenggaraan di tengah pandemi, maka pelaksanaan dilakukan dengan prosedur yang ketat, khususnya menyangkut penerapan protokol kesehatan saat ujian berlangsung.
“ASPD akan dibagi menjadi tiga sesi setiap harinya. Untuk setiap sesi, satu ruangan akan dibatasi jumlah pesertanya sehingga ada jaga jarak. Adapun tes dilaksanakan mulai besok [Senin 5/4] hingga Kamis [8/4] mendatang,” kata Kisworo kepada wartawan, Minggu (4/4/2021).
BACA JUGA : Jelang ASPD, Peserta Didik Diperbolehkan Belajar
Ia menjelaskan, total peserta yang mengikuti ASPD ada 7.862 anak. Dalam waktu rentang empat hari, setiap peserta akan menggerjakan soal-soal empat mata pelajaran yang terdiri dari Bahasa Indonesia; Matematika; Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam. “Setiap hari yang dikerjakan satu soal yang dikerjakan menggunakan komputer. Untuk pengawasan dilakukan oleh guru,” ungkapnya.
Meski ASPD akan dilakukan di sekolah, namun ada kelonggaran bagi orang tua yang tidak mengizinkan anaknya datang ke sekolah sehingga bisa mengerjakan di rumah. Meski demikian, hingga Minggu siang belum ada siswa yang akan mengerjakan ASPD di rumah.
“Belum ada laporan. Tapi, kalau ada kami siap memfasilitasi dengan mendatangkan guru ke rumah untuk mengantarkan soal sekaligus mengawasi saat pengerjaan,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati mengatakan, sudah mempersiapakan pelaksanaan ASPD sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satunya menyediakan tiga ruangan untuk mengerjakan soal-soal yang menggunakan komputer.
BACA JUGA : Tes Pengganti Ujian Nasional Bakal Digelar di Sekolah
“Ada tiga sesi ujian untuk setiap harinya,” katanya.
Menurut dia, didalam pelaksanaan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Penyediaan tiga ruangan ini juga sebagai upaya mengurangi potensi kerumuman di sekolah. “Sudah kami petakan. Ruang satu akan diisi 25 anak, ruang dua disi 16 anak dan ruang tiga ada 24 anak,” katanya.
Suhartati berharap ASPD berjalan dengan aman, lancar serta jauh dari penularan virus corona. “Mudah-mudahan hasil yang diperoleh para siswa juga dapat maksimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus pemerkosaan gadis disabilitas di Gunungkidul terungkap. Dua pelaku ditangkap dan terancam hukuman hingga 12 tahun penjara.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.