Tes Pengganti Ujian Nasional Bakal Digelar di Sekolah

Ilustrasi ujian nasional di masa pandemi - ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas.\\n
20 Maret 2021 09:37 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul memastikan pelaksanaan ujian Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) tingkat SMP akan dilaksanakan di sekolah. Rencananya program pengganti Ujian Nasional ini diselenggarakan selama empat hari mulai 5-8 April mendatang.

Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo mengatakan, proses pembelajaran selama masa pandemi masih menggunakan model online sehingga belum ada program untuk tatap muka di sekolah. Meski demikian, untuk ASPD akan ada kebijakan khusus, yakni pelaksanaan dilakukan di sekolah.

Menurut dia, salah satu alasan menggelar di sekolah dan bukan secara online karena untuk menjaga integritas dan kejujuran. Pasalnya, di sekolah ada yang mengawasi oleh guru sehingga pengerjaan bisa berlangsung secara adil.

Hal berbeda apabila ASPD dikerjakan di rumah, maka tidak ada yang mengawasi saat soal-soal tersebut di kerjakan. “Inilah yang jadi pertimbangan ASPD tetap dilaksanakan di sekolah,” kata Kisworo, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Dua Talut di Jogja Jebol Akibat Hujan Deras

Ia mengungkapkan, untuk pelaksanaan akan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, pelaksanaan asesmen juga dilakukan secara bergantian sehingga tidak ada kerumunan di sekolah. “Protokol kesehatan tetap menjadi acuan dalam pelaksanaan ASPD,” katanya.

Untuk pemetaan mutu pendidikan di DIY ini ada empat mata pelajaran yang diujikan. Selain Bahasa Indonesia dan Matematika, para siswa juga akan mengerjakan soal Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris.

“Hasil dari ASPD tidak menjadi penentu kelulusan, tapi nilai tersebut bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Kisworo.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Eddy Praptono mengatakan, untuk pelaksanaan ASDP sudah ada persiapan dari masing-masing sekolah. bahkan, sambung dia, di beberapa kesempatan bersama-sama dengan Bupati Sunaryanta melakukan pengecekan ke sekolah guna mengetahui kesiapan dalam menyelenggarakan program pengganti Ujian Nasional ini.

Baca juga: Loket Masuk Parangtritis Akan Dijaga Saat Malam

Eddy mengungkapkan, untuk memaskimalkan nilai dalam ASPD, disdikpora juga telah menyelenggarakan tryout mengerjakan soal-soal. Meski demikian, hasil dari uji coba tersebut belum memuaskan sehingga ada kebijakan konsultasi tatap muka bagi siswa kelas sembilan SMP atau kelas enam SD.

“Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa dimulai. Harapan kami dengan konsultasi tatap muka bisa memaksimalkan hasil dalam ASPD,” katanya. 

Sumber : suara.com