Polisi Dalami Fakta Rumah Api Seyegan, Penyelidikan Masih Berjalan
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Suasana peternakan sapi yang dikelola Kelompok Ternak Sidodadi, Krajan, Poncosari, Srandakan, Bantul./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Potensi ternak yang tak kalah tingginya dengan pertanian membuat perencanaan pengembangan ternak bakal terus digarap serius oleh Pemkab Bantul. Meski memiliki kelompok ternak di 17 Kapanewon, kawasan selatan rencananya akan dijadikan pusat atau sentra pengembangan sapi potong.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo menyatakan ke depannya tiga Kapanewon di kawasan Selatan akan diproyeksikan sebagai sentra sapi potong. Menurutnya pengembangan sapi potong akan selaras dengan penyuburan tanah untuk lahan budidaya holtikultura.
"Harapan kami ke depannya tiga kapanewon akan disentrakan sapi potong. Lahan pasir tanpa pupuk kandang tidak mungkin bisa untuk tanaman holtikultura. Sentra peternakan sapi di kawasan selatan otomatis akan meningkatkan potensi holtikultura dan menambah kawasan hijau di samping JJLS," tuturnya pada Rabu (7/4/2021).
Baca juga: Catat! 27 Mei Seratusan Lukisan Karya Seniman Malam Jumat Kliwon Dipamerkan di YIA
Bupati Bantul, menyebutkan Bantul memiliki 500 kelompok ternak yang tersebar di 17 Kapanewon. "Semua Kapanewon ada kelompok ternak, artinya kita berpotensi untuk meningkatkan produktivitas ternak," ujarnya.
"Tetapi memang yang potensialnya tinggi di Bantul sebelah selatan. Ini dari sisi produksi pakan ternaknya berupa damen dan kolonjono itu tinggi. Sehingga Bantul sebelah selatan inilah yang akan lebih fokus untuk pengembangan ternak. Mulai Srandakan, Pandak, Sanden, Kretek yang termasuk lahan pasir untuk tanaman sayuran dari pupuk kandang," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek waktu keberangkatan di sini.
Harga bahan pokok di Sleman turun selama Juni 2026, diduga akibat liburnya program MBG saat libur sekolah.
B50 resmi berlaku, tekan impor BBM namun berisiko picu krisis minyak goreng dan beban subsidi akibat harga CPO.
Prediksi Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026. La Roja difavoritkan menang 2-0 atau 2-1 berkat lini belakang solid.
TNI buka suara soal dugaan keterlibatan Kolonel BU dalam kasus korupsi MBG Rp1,03 triliun, siap koordinasi dengan Kejagung.