Gunungkidul Siap Pasok Kebutuhan Hewan Kurban DIY dan Sekitarnya
Bupati Gununungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan hewan kurban di Bumi Handayani mengalami surplus sehingga siap memenuhi kebutuhan di luar daerah.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tiga sapi milik warga ditemukan mati dalam waktu yang hampir bersamaan pada Kamis (15/4/2021) malam. Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul akan memeriksa penyebab kematian ini.
Seekor sapi yang mati milik Arif Semiyanto, warga Dusun Mbelembem, Candirejo, Semin. Adapun dua sapi lainnya milik Jumbadi asal Dusun Klepu, Nglegi, Patuk.
BACA JUGA: Chikungunya di Bantul Meluas, Setelah Wonokromo Kini Kalurahan Pleret Diserang
Arif Semiyanto mengatakan, tidak mengira sapi yang dipelihara akan mati secara mendadak. Pada, Rabu (14/4/2021) sore, sapinya masih sehat karena diberi pakan makan dengan lahap.
Namun demikian, keanehan terlihat pada Kamis (15/4/2021) pagi, sapi yang dipelihara sudah tidak bisa berdiri lagi. Pertolongan pun dilakukan dengan memanggil dokter hewan untuk pemeriksaan. Namun, penyuntikan tidak berhasil karena kondisi sapi semakin parah.
“Kamis sore mulai mengeluarkan kencing darah. Sekitar pukul 19.00 WIB [Kamis malam] sudah sekarat dan hampir mati,” kata Arif kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).
Dalam kondisi sekarat, ia mengaku terpaksa menjual sapi ke jagal agar kerugian yang diderita tidak semakin banyak. “Belum mati saat saya jual. Tapi, kondisinya sudah parah dan tidak mungkin diselamatkan karena tinggal bagian kuping yang bisa bergerak. Sedangkan untuk kepala sudah bersandar ke tanah dan bagian mata memutih,” katanya.
Menurut dia, berdasarkan diskusi antara anggota kelompok peternak, kematian tersebut disebabkan karena gigitan nyamuk. “Bukan antraks. Makanya saya berani menjual,” ujarnya.
Ia menambahkan, kematian sapi mendadak di wilayahnya bukan yang pertama. Pasalnya, satu pekan sebelumnya ada dua ekor milik tetanggannya juga mengalami kejadian yang sama. “Mudah-mudahan tidak ada lagi sapi mati secara mendadak. Oleh karenanya, kami berharap ada penyuluhan rutin dari pemerintah untuk antisipasi kejadian yang sama,” katanya.
BACA JUGA: DIY Izinkan Mudik Lokal
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mendapatkan laporan adanya dua ekor sapi mati secara mendadak di Dusun Klepu, Kalurahan Nglegi, Patuk pada Kamis sekitar pukul 19.30 WIB.
“Sapi yang mati jenis limosin dan keduanya dalam posisi mengandung. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp40 juta,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Suseno Budi Sulistiyanto saat dikonfirmasi kemarin mengaku belum mendapatkan laporan kematian sapi secara mendadak di Kapanewon Semin dan Patuk. Meski demikian, ia berjanji akan menyuruh petugas lapangan untuk mengecek ke lokasi kejadian.
“Kami berharap apabila ada sapi mendadak jangan dijual, tapi amannya dikubur. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit, salah satunya antraks,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gununungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan hewan kurban di Bumi Handayani mengalami surplus sehingga siap memenuhi kebutuhan di luar daerah.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.