Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Hal ini dilakukan agar pencemaran di aliran sungai tidak semakin bertambah buruk.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, pengujian kualitas air di sungai terus dilakukan secara berkala. Meski demikian, pelaksanaan belum bisa menyeluruh di sepanjang aliran sungai karena pengujian masih bersifat sampel.
“Sampel dilakukan secara zonasi dan area yang potensial terkena pencemaran,” kata Aris, Minggu (18/4/2021).
Dia menjelaskan, sampel diambil seperti di Kali Oya, Besole, Gedangan dan Kepek. Untuk saat sekarang, DLH masih menunggu hasil uji lab untuk pengujian di triwulan pertama 2021.
BACA JUGA: Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Jalan Wates-Purworejo
Meski demikian, sambung Aris, hasil pengujian sebelumnya di keempat aliran sungai telah terjadi pencemaran. Pasalnya, uji laboratium diketahui apabila ada kandungan bkter E.coli yang berlebih dan apabila terus diberbahaya bagi yang menggunakan.
“Yang menggunakan bisa diare dan gatal-gatal,” ungkapnya.
Menurut dia, pencemaran tidak hanya karena bakteri E.coli saja karena juga terdapat beberapa material seperti deterjen, nitrat hingga residu lainnya. Pencemaran sungai ini terjadi karena kebiasaan buruk masyarakat yang membuang limbah dan sampah secara sembarangan.
“Memang kandungan-kandungan dalam pencemaran masih belum melewati baku mutu, tapi tetap harus diwaspadai agar tidak semakin parah,” tuturnya.
Aris mengungkapkan, salah satu antisipasi agar kawasan sungai tidak tercemar dengan meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, juga harus ada program kali bersih bagi warga secara mandiri. “Pemkab punya program, tapi juga harus didukung dengan partisipasi aktif dari masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Sabtu, 25 Juli 2026. Tersedia 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 hingga Palur.
Indonesia dan tujuh negara mengecam penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh lebih dari 4.200 pemukim Israel di Yerusalem Timur.
FBI mengembalikan delapan artefak budaya asal Papua yang diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat kepada Pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo meminta Nanik S. Deyang tetap membantu BGN sebagai bagian dewan pengawas usai mengundurkan diri.
KPU DIY memutakhirkan data partai politik setiap semester melalui Sipol sebagai persiapan tahapan Pemilu yang dimulai pada pertengahan 2027.