Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Hal ini dilakukan agar pencemaran di aliran sungai tidak semakin bertambah buruk.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, pengujian kualitas air di sungai terus dilakukan secara berkala. Meski demikian, pelaksanaan belum bisa menyeluruh di sepanjang aliran sungai karena pengujian masih bersifat sampel.
“Sampel dilakukan secara zonasi dan area yang potensial terkena pencemaran,” kata Aris, Minggu (18/4/2021).
Dia menjelaskan, sampel diambil seperti di Kali Oya, Besole, Gedangan dan Kepek. Untuk saat sekarang, DLH masih menunggu hasil uji lab untuk pengujian di triwulan pertama 2021.
BACA JUGA: Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Jalan Wates-Purworejo
Meski demikian, sambung Aris, hasil pengujian sebelumnya di keempat aliran sungai telah terjadi pencemaran. Pasalnya, uji laboratium diketahui apabila ada kandungan bkter E.coli yang berlebih dan apabila terus diberbahaya bagi yang menggunakan.
“Yang menggunakan bisa diare dan gatal-gatal,” ungkapnya.
Menurut dia, pencemaran tidak hanya karena bakteri E.coli saja karena juga terdapat beberapa material seperti deterjen, nitrat hingga residu lainnya. Pencemaran sungai ini terjadi karena kebiasaan buruk masyarakat yang membuang limbah dan sampah secara sembarangan.
“Memang kandungan-kandungan dalam pencemaran masih belum melewati baku mutu, tapi tetap harus diwaspadai agar tidak semakin parah,” tuturnya.
Aris mengungkapkan, salah satu antisipasi agar kawasan sungai tidak tercemar dengan meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, juga harus ada program kali bersih bagi warga secara mandiri. “Pemkab punya program, tapi juga harus didukung dengan partisipasi aktif dari masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
PSIM Jogja membidik tiga poin saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC untuk mengakhiri lima kekalahan beruntun dan keluar dari zona degradasi.
Alex Marquez meminta jumlah sprint race MotoGP dikurangi menjadi enam atau tujuh kali per musim demi menjaga keselamatan dan karier pebalap muda.
Hiswana Migas dan Pertamina memastikan stok BBM DIY aman hingga akhir 2026, meski antrean SPBU meningkat akibat pergeseran konsumsi.
Honda Bikers Day 2026 menyapa tiga pulau, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, sebelum puncak acara di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 24 Oktober 2026.
Jadwal bola 23-24 Oktober 2026 menghadirkan Persipura, Al Nassr, Al Hilal, serta laga Eropa. Cek jam kick-off dan informasi siaran.