Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sleman berlangsung sejak 11 Januari. Hingga selesainya PPKM tahap ketujuh pada 19 April, sampai saat ini sebanyak 9 kapanewon masuk zona merah.
Pada peta epidemologi Covid-19 per 13 April lalu, jumlah kapanewon dengan status zona merah sejatinya sudah turun dari sebelumnya 13 kapanewon menjadi 6 kapanewon saja. Namun demikian, masih tingginya penularan kasus baru Covid-19 dalam sepekan terakhir jumlah kapanewon yang masuk zona merah kembali naik menjadi 9 kapanewon.
Berdasarkan peta epidemologi Covid-19 per 20 April, 9 Kapanewon yang masuk zona merah masing-masing Kapanewon Gamping, Minggir, Depok, Prambanan, Kalasan dan Ngemplak. Selain itu, Kapanewon Sleman, Tempel dan Cangkringan juga termasuk zona merah.
Sama halnya dengan peta epidemologi sebelumnya, sampai saat ini belum ada satupun kapanewon yang masuk zona kuning apalagi zona hijau. Sebab delapan kapanewon, masing-masing Godean, Moyudan, Seyegan, Mlati, Berbah, Ngaglik, Turi dan Pakem, masuk zona oranye.
BACA JUGA: Update Covid-19 DIY 23 April 2021, Ini Datanya
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan jika peta epidemologi Covid-19 dinamis dan tergantung dari munculnya kasus baru di masing-masing kapanewon. Kapanewon Ngaglik yang sebelumnya masuk zona merah saat ini menjadi zona oranye. Begitu juga sebaliknya ada kapanewon yang sebelumnya zona oranye masuk zona merah.
"Sampai saat ini memang belum ada kapanewon dengan kategori kuning dan hijau. Peta epidemologi Covid-19 ini sangat dinamis sesuai dengan tingkat penyebarannya," kata Joko, Jumat (23/4/2021).
Dinkes, lanjut Joko, terus mendorong masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan sesuai Perbup No.37.1/2020 dan Instruksi Bupati Sleman No.10/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro. "Jangan lupa meskipun sudah pakai masker dan cuci tangan, kalau berkerumun risiko tertular tetap sangat tinggi. Kasus di Sleman dan DIY masih tinggi, penularan masih terjadi, artinya masih banyak orang mengidap virus Corona tapi asimtomatik alias OTG," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Mobil terkena abu vulkanik Anak Krakatau? Simak cara membersihkan bodi, kaca, filter udara, rem, dan mesin agar tidak cepat rusak.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026 melawan Nepal dan Jepang lengkap dengan jam pertandingan dan venue.
Katon Bagaskara mengaku terdampar di Bandara Jenewa setelah gagal check-in Etihad di tengah penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu Anak Krakatau.
Eko Suwanto Sebut DIY Punya Gunung Merapi & Sesar Opak, Desak Pemda DIY Serius Tingkatkan Anggaran Penanggulangan Bencana