Urus Paspor Kini Bisa di Gunungkidul, Tak Perlu ke Kota Jogja
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta bersama dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Dwi Purwantoro melakukan simbolisasi pengurukan pipa untuk groundbreaking Pembangunan Air Baku Sungai Bawah Tanah Bekah di Kalurahan Giripurwo, Purwosari, Rabu (28/4). /Ist-Pemkab GK.
Harianjogja.com, PURWOSARI – Bupati Gunungkidul Sunaryanta bersama dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Dwi Purwantoro melakukan groundbreaking Pembangunan Air Baku Sungai Bawah Tanah Bekah di Kalurahan Giripurwo, Purwosari, Rabu (28/4/2021). Pemanfaatan ini ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan air sebanyak 1.5000 keluarga di Kalurahan Giripurwo, Giriwungu dan Giricahyo.
Kepala BBWSO Dwi Purwantoro mengatakan, hasil dari kajian yang dilakukan Sumber Air Bawah Tanah Bekah akan dimanfaatkan sebanyak 17 liter per detik. Proses ini dengan membangun empat bak penampungan dengan kapasitas masing-masing sebesar 100 meter kubik.
BACA JUGA : Penambangan di Tanah Warga Jadi Ancaman Konservasi
“Pengerjaan ditarget selesai dalam delapan bulan sehingga akhir Desember sudah bisa serah terima untuk dikelola guna memenuhi kebutuhan air di masyarakat,” kata Dwi kepada wartawan.
Menurut dia, tingkat kebutuhan air di Indonesia sebanyak 110 liter per orang setiap harinya. Oleh karenanya, dengan kapasitas produksi yang dimiliki Sungai Bawah Tanah Bekah, maka dapat memenuhi kebutuhan air untuk 13.362 jiwa. “Mudah-mudahan pengangkatan ini memberikan dampak yang baik untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengaku senang adanya program pemanfaatan air bersih di Laut Bekah. Ia berharap dengan kapasitas produksi yang dimiliki dapat dimanfaatkan memenuhi kebutuhan air bagi warga di pesisir selatan yang masih sering krisis pada saat kemarau.
“Kami atas nama pemerintah daerah siap berkoordinasi selama 24 jam guna menyukseskan pengangkatan air di Laut Bekah,” katanya.
BACA JUGA : Jaga Sumber Air dengan Menanam 2.000 Bibit Pohon
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani mengatakan, pihaknya sudah membuat kajian untuk pemanfaatan sumber sungai bawah tanah di Laut Bekah. Menurut dia, selama ini sumber yang ada masih terbuang ke laut. Namun adanya program pengangkatan dari BBWSO maka potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 1.500 keluarga di tiga kalurhan.
“Warga di Kalurahan Girupurwo, Giriwungu dan Giricahyo nanti bisa mendapatkan pasokan air bersih dari sumber di Laut Bekah,” katanya.
Menurut dia, pemanfaatan tidak ada masalah karena sejak 20 tahun lalu sudah ada program pipanisasi. Hanya saja hingga sekarang instalasi tersebut belum dimanfaatkan untuk pasokan air bersih ke masyarakat. “Pipa-pipa itu yang akan kami gunakan untuk memasang sambungan rumah ke masyarkaat di tiga kalurahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2