Jaga Sumber Air dengan Menanam 2.000 Bibit Pohon

Bupati Gunungkidul Sunaryanta (memegang cangkul) bersama-sama dengan direksi dan dewan PDAM Tirta Handayani saat menanam pohon dalam peringatan Hari Air Sedunia di Dusun Plosodoyong, Ngalang, Gedangsari, Senin (22/3/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
22 Maret 2021 19:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengajak masyarakat melakukan konservasi untuk menjaga sumber air. Hal ini disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Air yang diselenggarakan PDAM Tirta Handayani di Dusun Plosodoyong, Ngalang, Gedangsari, Senin (22/3/2021).

Menurut dia, potensi sumber air di Gunungkidul sangat melimpah karena banyak memiliki sungai-sungai bawah tanah. Sunaryanta mengakui potensi itu belum dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat.

BACA JUGA: 280 ASN di Kabupaten Ini Bertahun-Tahun Tidak Pernah ke Kantor

Permasalahan ini menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga. “Sudah ada kajian untuk pemanfaatan sumber air ini untuk kesejahteraan masyarakat. Bahkan, saya bersama dengan tim dari PDAM melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik sumber,” katanya.

Selain berjanji untuk mengoptimalkan sumber air di Gunungkidul, dalam peringatan Hari Air Sedunia bupati juga mengajak masyarakat menggiatkan program konservasi. Menurut dia, potensi sumber air yang dimiliki semakin lama semakin menipis sehingga upaya menjaga keberadaan sumber melalui konservasi.

“Tidak hanya dimanfaatkan, tapi kelestarian sumber harus dijaga,” katanya.

Sunaryanta menuturkan program konservasi air dapat dilakukan dengan menggerakan penanaman pohon. Ia pun mengapresiasi kegiatan dari PDAM Tirta Handayani dalam memperingai Hari Air Sedunia dengan menanam 2.000 bibit pohon di kawasan Geosite Sambipitu, Ngalang. “Program konservasi sangat penting agar sumber air bisa tetap terjaga,” ungkapnya.

Direktur PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharto mengatakan sumber air memiliki peran penting untuk kehidupan. Oleh karenanya, upaya mempertahankan dan menjaga sumber air harus dilakukan sehingga manfaatnya bisa dirasakan selamanya.

“Kami lakukan peringatan dengan melakukan penanaman bibit pohon seperti jambu, jati, sirsak hingga pucuk merah. Untuk lokasi, kami pilih di bantaran sungai di Ngalang,” kata Toto.

Menurut dia, untuk layanan PDAM hingga saat ini belum menyasar ke seluruh wilayah karena baru mencapai 50%. Rencananya pelayanan tersebut akan ditingkatkan menjadi 80%, salah satunya dengan memaksimalkan potensi sumber sungai bawah tanah. “Di satu sisi kami akan mengoptimalkan potensi sumber untuk memaskimalkan layanan. Namun di satu sisi, juga harus menjaga agar sumber air bisa tetap terjaga,” katanya.