Muktamar ke-35 NU Ricuh, Kader Adu Jotos di Pintu Gerbang Ponpes Tambakberas Jombang
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Beberapa penumpang hendak berangkat di Terminal Jombor, Kamis (15/4/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN--Musim Lebaran mendorong sebagian mahasiswa meninggalkan Jogja.
Sejumlah mahasiswa mulai meninggalkan Kota Jogja untuk mudik ke kampung halamannya. Hanya saja adanya pengetatan mudik, membuat suasana di terminal Jombor, Sleman sepi. Mayoritas pemudik kembali ke sejumlah kota di Sumatra, seperti Palembang dan Lampung.
Koordintor Terminal Jombor, Sleman, Herman Jaya mengatakan, pada masa pengetatan perjalanan mudik pada 22 April-5 Mei 2021, terminal Jombor tetap buka melayani penumpang antar kota antar provinsi (AKAP). Sedangkan untuk peniadaan mudik mulai 6 Mei-17 Mei 2021 tidak melayani AKAP, hanya melayani angkutan lokal.
“Pemudik didominasi tujuan Sumatra, seperti ke Palembang dan Lampung. Untuk Jakarta masih sepi,” kata Herman, Minggu (2/5/2021). Sedangkan untuk pemudik dari luar kota yang turun di Terminal Jombor sampai saat ini juga belum terlihat. Jika ada yang datang hanya satu atau dua orang saja. Untuk pemudik luar kota ini biasanya baru meningkat saat arus balik. “Saat ini belum terpantau. Hanya ada satu dua, tidak signifikan,” katanya.
Pengelola agen bus di terminal Jombor, Iwan mengatakan penurunan penumpang mencapai 50 persen. Saat ini yang ramai untuk tujuan Sumatra. Sedangkan untuk tujuan Jabotabek hanya ada satu atau dua penumpang saja.
“Kadang hanya ada satu atau dua penumpang yang berangkat,” katanya.
BACA JUGA: Sejumlah Warga Sleman Belum Terima Ganti Rugi Lahan Terdampak Tol
Salah seorang penumpang, Anggi (21) mengaku sengaja mudik lebih awal karena memang sudah tidak ada aktivitas di kampus. Dia ingin Lebaran di kampung halaman bersama keluarganya di Lampung. Apalagi setelah 6 Mei akan ada pengetataan dan tidak boleh ada mudik. “Kebetulan kegiatan di kampus sudah selesai, jadinya mudik lebih cepat. Saya juga membawa hasil rapid test bebas Covid-19,” katanya.
Hal yang sama diungkapkan Dwi Wulandari(19), yang memilih mudik karena kegiatan perkuliahan dan praktis sudah selesai. Dia sudah lama tidak kembali karena masa pandemi Covid-19. Untuk itulah dia memilih mudik lebih cepat agar masih ada angkutan. “Tinggal ujian, semua materi perkuliahan dan praktik sudah selesai,” katanya.
Artikel ini telah tayang di yogya.inews.id dengan judul "Perkuliahan Selesai, Mahasiswa di Yogyakarta Pilih Mudik Lebih Awal".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Klasemen Liga Inggris 2026/2027 setelah pekan ketiga. Man City memimpin dengan 9 poin, Arsenal kedua, sedangkan MU berada di posisi ke-11.
Kebakaran kawasan pasar di Kampung Bapouda, Paniai Timur, menewaskan 11 orang. Polisi menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 40 bangunan.
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
BMKG memperbarui sebaran abu vulkanik Anak Krakatau Senin pagi. Abu terpantau hingga 50.000 kaki dan berpotensi mengganggu penerbangan.
BNPB menyiapkan OMC untuk membantu meluruhkan abu erupsi Anak Krakatau di Jakarta, Banten, dan Lampung setelah kondisi memungkinkan.