Fenomena Api Seyegan Ternyata Bukan Gas Alam, Ahli Serahkan ke Polisi
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
GKR Hemas mengunjungi lokasi penambangan pasir di muara Sungai Opak pada Senin (19/4/2021)-Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Meski telah didemo warga hingga dikunjungi Anggota DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, aktivitas tambang pasir di muara Sungai Opak di Kretek, Bantul terus berlangsung. Dampaknya mulai terasa, air pasang laut kini mulai masuk ke daratan hingga persawahan warga.
Koordinator Tolak Tambang Pasir, Setyo mengatakan warga masih memantau aktivitas penambangan pasir di sekitar Sungai Opak. Setyo menyebut para penambang acap kali mencuri-curi kesempatan untuk mendulang pasir di kanan kiri muara. "Kemarin dari malam sampai pagi sebelum azan subuh menambang. Kalau sesudah azan subuh mereka di laguna Depok itu. Tapi kalau malam beberapa minggu ini ambilnya di muara," tutur Setyo Kamis (6/5/2021).
"Artinya para penambang menggunakan kesempatan pada saat orang istirahat. Beberapa warga juga mengetahui, karena bekasnya juga terlihat, pergerakannya juga teramati. Malam itu juga beroperasi, satu dua," ujarnya.
BACA JUGA: Indonesia Masih Resesi, Kemenkeu Anggap Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain
Dampaknya luapan air pasang kini telah sampai ke area daratan bahkan sampai ke persawahan warga. Lebih - lebih area sempadan di sekitar mangrove sebelumnya telah ditambang terus menerus. "Airnya sampai persawahan yag saat ini ada tanaman padi. Bulan Mei nanti lebih besar lagi gelombangnya, saat ini belum apa-apa. Gelombang laut bisa langsung pecah di sisi utara sampai jembatan baru," tuturnya.
"Kemaren pasang air laut besar tanggal 17-20 tanggal Jawa mengakibatkan sawah terendam air laut di bantaran Sungai Opak sisi barat dan di Sungai Winongo lama. Kurang lebih 20 hektare sawah terdampak, masuk wilayah Tirtohargo dan Srigading," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Pemerintah targetkan 16.557 sekolah terakses internet pada 2026. Digitalisasi pendidikan dipercepat, fokus wilayah 3T.
Iran memperingatkan AS dan Israel agar tak memicu konflik jelang pemakaman Khamenei. Militer siap merespons setiap ancaman.
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Sebanyak 30.000 manajer KopDes Merah Putih mulai bertugas awal Agustus 2026 setelah pelatihan dan sertifikasi profesi.
Daftar ulang SPMB Bantul jalur domisili mulai 2–3 Juli 2026, kuota hampir terisi. Proses berjalan lancar meski ada kendala teknis kecil.