Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty saat menerima QR Code dari Pemimpin BPD DIY Cabang Wonosari Arif Wijayanto dalam kegiatan Penandatanganan Peranjian Kerja Sama dan Launching Aplikasi BPD DIY QUAT dalam Pelayanan Pembayaran di UPT Puskesmas di Ruang Rapat Handayani, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Kamis (6/5/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, WONOSARI – BPD DIY bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Gunungkidul untuk layanan transaksi digital di puskesmas. Adanya kerja sama ini, maka proses pembayaran di puskesmas tak harus menggunakan uang tunai.
Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan, program transaksi digital melalui aplikasi Qris Ultimate Automated Transaction (QUAT) di Gunungkidul terus diperluas. Hal ini terlihat adanya Penandatanganan Peranjian Kerja Sama dan Launching Aplikasi BPD DIY QUAT dalam Pelayanan Pembayaran di UPT Puskesmas di Ruang Rapat Handayani, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Kamis (6/5/2021).
“Sebelumnya kami telah bekerja sama dengan dinas pariwisata untuk pembayaran tiket retribusi secara non tunai,” kata Santoso, Kamis.
Dia menjelaskan, adanya kerja sama ini maka transaksi di seluruh puskesmas di Gunungkidul tidak lagi membutuhkan uang tunai. Pasalnya dengan aplikasi QUAT proses pembayaran bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.
“Keuntungan lainnya, bahwa transaksi ini tidak harus menggunakan rekening BPD karena melalui bank lain juga bisa sehingga akan lebih mudah,” katanya.
Santoso menuturkan BPD DIY memiliki komitmen kuat untuk membantu program pembangunan di Gunungkidul. Oleh karenanya, jaringan transaksi digital yang dibangun akan terus diperluas.
“Kami juga siap untuk menyediakan pembiayaan dalam proses pembangunan rumah sakit di Gunungkidul. Kalau Organisasi Perangkat Daerah lain menginginkan, kami juga siap melayani,” katanya.
Ke depannya layanan transaksi keuangan digital tidak hanya dilakukan di puskesamas. Hal ini dikarenakan kerja sama akan diperluas dengan mengandeng seluruh rumah sakit di Bumi Handayani.
Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto menyambut baik adanya kerja sama di bidang transaksi keuangan elektronik. Menurut dia, program ini sesuai dengan wajah baru Gunungkidul untuk terus meningkatkan pelayanan publik.
“Saya berharap jaringan transaksi digital tidak hanya di puskesmas, tapi bisa menyasar ke pasar-pasar,” kata Heri.
Dia mengungkapkan, pelayanan transaksi digital memiliki banyak keunggulan. Selain tidak perlu repot-repot membawa uang tunai, dari sisi pencatatan juga terekam dengan baik serta aman.
“Mau tidak mau harus ada pergeseran dari transaksi konvensional ke digital. Kami berharap kerja sama ini bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.