Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty saat menerima QR Code dari Pemimpin BPD DIY Cabang Wonosari Arif Wijayanto dalam kegiatan Penandatanganan Peranjian Kerja Sama dan Launching Aplikasi BPD DIY QUAT dalam Pelayanan Pembayaran di UPT Puskesmas di Ruang Rapat Handayani, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Kamis (6/5/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, WONOSARI – BPD DIY bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Gunungkidul untuk layanan transaksi digital di puskesmas. Adanya kerja sama ini, maka proses pembayaran di puskesmas tak harus menggunakan uang tunai.
Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan, program transaksi digital melalui aplikasi Qris Ultimate Automated Transaction (QUAT) di Gunungkidul terus diperluas. Hal ini terlihat adanya Penandatanganan Peranjian Kerja Sama dan Launching Aplikasi BPD DIY QUAT dalam Pelayanan Pembayaran di UPT Puskesmas di Ruang Rapat Handayani, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Kamis (6/5/2021).
“Sebelumnya kami telah bekerja sama dengan dinas pariwisata untuk pembayaran tiket retribusi secara non tunai,” kata Santoso, Kamis.
Dia menjelaskan, adanya kerja sama ini maka transaksi di seluruh puskesmas di Gunungkidul tidak lagi membutuhkan uang tunai. Pasalnya dengan aplikasi QUAT proses pembayaran bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.
“Keuntungan lainnya, bahwa transaksi ini tidak harus menggunakan rekening BPD karena melalui bank lain juga bisa sehingga akan lebih mudah,” katanya.
Santoso menuturkan BPD DIY memiliki komitmen kuat untuk membantu program pembangunan di Gunungkidul. Oleh karenanya, jaringan transaksi digital yang dibangun akan terus diperluas.
“Kami juga siap untuk menyediakan pembiayaan dalam proses pembangunan rumah sakit di Gunungkidul. Kalau Organisasi Perangkat Daerah lain menginginkan, kami juga siap melayani,” katanya.
Ke depannya layanan transaksi keuangan digital tidak hanya dilakukan di puskesamas. Hal ini dikarenakan kerja sama akan diperluas dengan mengandeng seluruh rumah sakit di Bumi Handayani.
Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto menyambut baik adanya kerja sama di bidang transaksi keuangan elektronik. Menurut dia, program ini sesuai dengan wajah baru Gunungkidul untuk terus meningkatkan pelayanan publik.
“Saya berharap jaringan transaksi digital tidak hanya di puskesmas, tapi bisa menyasar ke pasar-pasar,” kata Heri.
Dia mengungkapkan, pelayanan transaksi digital memiliki banyak keunggulan. Selain tidak perlu repot-repot membawa uang tunai, dari sisi pencatatan juga terekam dengan baik serta aman.
“Mau tidak mau harus ada pergeseran dari transaksi konvensional ke digital. Kami berharap kerja sama ini bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum