Petani Bantul Nikmati Harga Bawang Merah Tinggi, Tembus Rp34.000
Petani bawang merah di Bantul menikmati panen raya dengan harga jual tinggi. Bawang kualitas super dibeli hingga Rp34.000 per kilogram.
Suasana ASPD hari pertama di SDN Lempuyangwangi, Senin (24/5). Harian Jogja/Yosef Leon.
Harianjogja.com, DANUREJAN - Sedikitnya 165 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Kota Jogja melangsungkan assesmen standarisasi pendidikan daerah (ASPD) pada Senin (24/5). ASPD yang berlangsung secara tatap muka itu akan berlangsung selama tiga hari sampai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Asrori mengatakan, sedikitnya 7.300 murid kelas VI yang mengikuti pelaksanaan ASPD di Kota Jogja. Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan verifikasi sebanyak tiga kali sebelum melaksanakan kegiatan itu, sehingga disimpulkan bahwa sejumlah sekolah telah siap menggelar ASPD secara tatap muka.
BACA JUGA : ASPD Jadi Persiapan Pertemuan Tatap Muka
"Mulai dari Maret dan April sudah kami lakukan verifikasi. Kemudian dari sisi protokol kesehatan juga Sudah memenuhi syarat dan tidak ada masalah," ujarnya.
Budi menambahkan, setiap sekolah juga wajib memenuhi fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan lain sebagainya. Selain itu, dalam setiap ruangan kelas sekolah juga membatasi jumlah murid sebanyak 10-12 murid.
"Murid juga mesti diantar oleh orang tua dan wali saat ke sekolah. Mereka langsung menuju ruang kelas dan saat pulang langsung menuju kendaraan penjemputan. Jadi dengan begitu kami pikir sudah aman semuanya," jelasnya.
Dalam pengumpulan dokumen ASPD dan pengambilan soal pihaknya juga telah membagi sekolah ke dalam beberapa bagian. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kerumunan saat pengambilan soal dan juga pengumpulan dokumen ASPD.
BACA JUGA : Cegah Kebocoran Soal ASPD, Bantul Perketat Pengawasan
Kepala Sekolah SD Lempuyangwangi, Esti Kartini menyatakan, di sekolah setempat ada sebanyak 84 siswa yang mengikuti ASPD di sembilan ruangan. Pihaknya membagi sebanyak 5-10 murid di tiap-tiap ruang kelas.
"Jadi ada 10 murid untuk tujuh ruangan, sembilan murid di satu ruangan dan lima murid lainnya di ruangan satu lagi," ujarnya.
Esti menyebut, di hari pertama ini semua siswa hadir dan ASPD berjalan dengan lancar. Tidak ditemui kendala yang menonjol saat ASPD berlangsung. Begitu pula dengan penerapan protokol kesehatan di lingkup sekolah, para guru dan karyawan dipersiapkan untuk memantau murid saat ASPD berlangsung.
Pada hari pertama ini, murid mengikuti ASPD mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika di hari kedua dan IPA di hari terakhir. "Untuk prokes kami sudah menjaga dengan optimal sejak murid masuk ke sekolah. Ada guru fasilitator yang ikut serta mengawasi murid," imbuhnya.
BACA JUGA : Besok, Siswa Kelas Enam SD di Kulonprogo Jalani ASPD
Untuk meminimalisasi kerumunan saat murid pulang, sekolah menerapkan layanan pemanggilan dan penjemputan. Setelah pulang, murid masih diwajibkan untuk diam si kelas masing-masing sampai nama mereka dipanggil untuk langsung menuju kendaraan jemputan. "Masuk dan keluarnya juga beda jalur. Kami harap ini bisa berlangsung sukses," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani bawang merah di Bantul menikmati panen raya dengan harga jual tinggi. Bawang kualitas super dibeli hingga Rp34.000 per kilogram.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.
Kemenhaj temukan dugaan pungli layanan kursi roda haji di Makkah. Tarif mencapai Rp10 juta, jauh di atas harga resmi.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.