Buntut Komentar Perawat Nirempati, RSA UGM Perketat Etika Medsos
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
Siswa SD Timbulharjo, Sewon mengikuti sejumlah prokes ketat sebelum menjalankan ASPD pada Senin (24/5/2021)./Harian Jogja-Istimewa-SD Timbulharjo
Harianjogja.com, BANTUL—Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) jenjang SD dan sederajat di Bantul berjalan lancar pada hari pertama, Senin (24/5/2021). Sejumlah siswa mengikuti asesmen serentak dengan protokol kesehatan yang ketat.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko mengatakan pelaksanaan ASPD hari pertama berjalan lancar. Disdikpora Bantul memantau sejumlah sekolah. ASPD 2021 diikuti 364 SD dan MI dengan total 14.180 siswa.
BACA JUGA: ASPD di Kota Jogja: Selesai Mengerjakan Soal, Siswa Langsung Menuju Kendaraan Penjemputan
“Anak-anak melaksanakan sesuai protokol kesehatan. Satu ruang rata-rata untuk 10 anak,” kata Isdarmoko.
Dia belum mendapat laporan adanya siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena sakit atau menjalani isolasi mandiri. "Saya belum dapat laporan. Tapi kalau sakit, nanti anaknya bisa melaksanakan ujian bersama-sama dengan ASPD luar daerah. Nanti ada susulan," kata dia.
Salah satu pengawas ASPD di SD Winongo, Tirtonirmolo, Kasihan, Kadar Pardilah, menerangkan pelaksanaan ASPD lancar. Siswa telah memakai masker dari rumah, kendati sekolah juga telah berjaga-jaga. Setelah masuk, siswa diwajibkan cuci tangan dan menjalani pemeriksaan suhu dengan thermogun.
"Satu ruang kelas hanya diisi 20 orang. Di SD Winongo ada 45 siswa yang mengikuti ASPD, sehingga dibagi ke dalam tiga kelas. Masing-masing kelas diisi 20 anak, 20 anak, dan satu kelas lainnya hanya diisi lima anak," terangnya.
BACA JUGA: Sejumlah Pengusaha di DIY Mendaftar Vaksin Gotong Royong
Pengawas ASPD adalah guru di luar sekolah. Kadar yang menjadi guru di SD Padokan 1, Padokan, Tiroronirmolo, Kasihan menuturkan kemungkinan adanya kebocoran soal sangatlah sulit. Soal baru diambil tim panitia sekolah pagi hari sebelum ujian.
"Jadi dari disdikpora diedarkan ke UPT, selanjutnya guru dari sekolah bersangkutan mengambil soal. Sampai di sekolah langsung diserahkan ke pengawas pas waktu mau ujian. Enggak mungkin ada kebocoran," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual